03 September 2020, 05:04 WIB

Kesejahteraan Prajurit Bikin Wamenhan Menangis


Sri/Ant/P-1 | Politik dan Hukum

KOMISI I DPR RI menuntaskan rapat kerja tentang penjelasan nota keuangan Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika 2019 serta tindak lanjut temuan I dan temuan II Badan Pemeriksa Keuangan RI 2019.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengatakan Komisi I DPR RI mengapresiasi atas pencapaian realisasi anggaran para mitra kerja Komisi I DPR RI yang digunakan kementerian/ lembaga tersebut pada tahun anggaran 2019.

Kharis juga menyadari bahwa masih ada sejumlah anggota Komisi I DPR RI yang menyarankan pendalaman tentang penjelasan laporan pertanggungjawaban Kementerian Pertahanan terkait dengan kesejahteraan prajurit TNI.

Karena itu, Kharis menyarankan para anggota yang ingin pendalaman tentang hal itu dapat melakukannya dalam panitia kerja kesejahteraan prajurit yang dibentuk Komisi I DPR RI.

Awalnya, anggota Komisi I Fraksi PKS Sukamta bicara soal kesejahteraan prajurit TNI. Sukamta menyoroti uang makan dan gaji yang diterima prajurit TNI.

“Saya cuma ini saja Pak Wamenhan, ini karena dua Pak Menhan dan Pak Wamenhan ini relatif baru, ya, ini kesempatan yang sangat bagus Pak, tadi datanya sudah disampaikan. Walaupun ada gaji pokok, saya kira uang lauk-pauk, uang segala macam, kesejahteraan, tinggalan keluarga, Rp40 ribu sehari, saya kira sehari makan masih tiga kali ya TNI ya, artinya bukan makan siang saja gitu lo,” kata Sukamta.

Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono pun mengaku menangis terkait dengan kesejahteraan prajurit TNI. Sakti mengaku menangis ketika masuk Kemenhan dan mengetahui soal kesejahteraan prajurit TNI. “Karena ini rapat terbuka, saya tentu enggak bisa menjawab dengan secara terbuka karena nanti menyangkut hal-hal yang sifatnya sensitif. Tapi saya setuju, saya pun menangis, Pak, sama seperti Bapak, begitu saya masuk ditugaskan Pak Presiden membantu Pak Prabowo,” ujarnya. (Sri/Ant/P-1)

BERITA TERKAIT