03 September 2020, 03:55 WIB

Virus SARS-CoV-2 tidak Bermutasi Menjadi Lebih Ganas


(Ata/H-3) | Humaniora

GURU Besar dan Pakar Mikrobiologi dari Universitas Indonesia Pratiwi Sudarmono menegaskan mutasi virus SARS-CoV-2 bukan berarti menjadikan virus semakin ganas, melainkan mutasi tersebut berpengaruh pada kecepatan penyebarannya.

"Sampai saat ini penelitian mengatakan SARS-CoV-2 bermutasi menjadi penyebarannya lebih cepat, bukan lebih ganas. Kalau dikatakan lebih ganas itu berkaitan dengan perjalanan penyakit pada pasien. Kebanyakan saat ini salah kaprah," kata Pratiwi dalam acara Wawancara Eksklusif secara Daring yang diadakan Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), kemarin. Ia menambahkan, meskipun telah bermutasi, pengobatan pasien masih tetap sama.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional GSI Lab Budiman mengungkapkan, pihaknya berupaya untuk menekan laju penyebaran virus covid-19 dengan cara mendukung pemerintah untuk melakukan tes PCR secara cepat dan masif.

"Kita menghadirkan laboratorium dengan kapasitas maksimal pemeriksaan kita 5.000 sampel per hari dan hasilnya akan diterima keesokan harinya," tandasnya. (Ata/H-3)

BERITA TERKAIT