02 September 2020, 23:46 WIB

Lapas Perempuan Tangerang Beri Pelatihan ke Warga Binaan


Ghani Nurcahyadi | Megapolitan

SEJUMLAH pembekalan diberikan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tangerang kepada warga binaannya. Mulai dari pelatihan tata rias, tata boga, menjahit, serta pembuatan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer, hand soap, dan masker kain yang menyesuaikan pemintaan pasar.

Warga binaan Lapas Perempuan Tangerang yang berjumlah 368 orang, dibagi menjadi beberapa kelompok kegiatan. Semua mendapat pembekalan dengan tenaga pengajar bersetifikat maupun praktisi berpengalaman di bidangnya.

"Setidaknya ada 12 jenis kepelatihan per tahun ini. Jadi bisa dibayangkan berapa banyak produk yang bisa dipasarkan di akun marketplace lapas yang kami kelola," ucap Rafni Trikoriaty di sela-sela kegiatan Kunjungan Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) dan jajarannya di Kemenkumham Banten ke Lembaga Pemasyarakatan pada Rabu (2/9).

Pihaknya menargetkan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) sebesar Rp12.740.000,- bisa diperoleh pada tahun ini. Menurut data terbaru yang dirilis Lapas Perempuan, hingga bulan Agustus PNBP yang dikumpulkan senilai Rp4.960.000,- atau kurang lebih sepertiga dari target.

"Oleh karena itu, warga binaan kami dukung agar memproduksi produk bernilai jual. Apalagi kebutuhan masyarakat saat ini terhadap masker dan hand sanitizer kian meningkat. Kami optimistis target PNBP bisa tercapai," ujar Rafni

Baca juga : Polusi Udara Bekasi Lampaui Jakarta

"Lapas menjamin premi untuk tiap warga binaan yang dapat menghasilkan produk bernilai jual. Tentu ini akan jadi movitasi tersendiri buat mereka, apalagi sudah mengantongi sertifikat keahlian di bidang yang mereka tekuni selama masa tahanan," imbuh Rafni.

Merespon kegiatan Lapas Perempuan, Kakanwil Banten R. Andika Dwi Prasetya juga berharap karya warga binaan di sana makin dikenal masyarakat, apalagi telah dijual di marketplace internasional seperti Shopee.

"Diharapkan dengan adanya kegiatan ini masyarakat tau bahwa di dalam Lapas terdapat banyak kegiatan-kegiatan yang produktif, " ujar Andika. 

Kepala Seksi Kegiatan Kerja LPP Kelas IIA Tangerang Indri Yudhit menjelaskan, pelatihan kerja mayoritas didukung oleh tenaga ahli dari LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) Puspa Antariksa. Termasuk pembuatan hand sanitizer, sabun cuci tangan, dan ditergen.

"Supaya takaran bahan-bahannya sesuai dengan standar kesehatan dan aman untuk dipakai," kata Indri. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT