02 September 2020, 23:34 WIB

Link and Match Perguruan Tinggi dan Industri Terus Diperkuat


Syarief Oebaidillah | Humaniora

GUNA mempercepat langkah pemerintah dalam menerapkan pentahelix antara inventor, investor, masyarakat, media, dan pemerintah, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggalang kerjasama melakukan nota kesepahaman atau MOU dengan berbagai kalangan.

Diantaranya dengan Persatuan Insinyur Indonesia ( PII) ,Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ( HIPMI), Kamar Dagang dan Industri Indonesia ( KADIN) DKI Jakarta.

Serta kali ini, Rabu (2/9) di kantor Kemendikbud, Jakarta, kembali menjalin MoU dengan KADIN Jawa Barat (Jabar) untuk mempertemukan antara inventor dan investor serta memperkuat program Kampus Merdeka.

Sekretaris Ditjen Dikti Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani menegaskan Kemendikbud mengapresiasi dan mendukung adanya kerjasama dengan berbagai pihak tersebut.

"Melalui kerjasama dengan KADIN Jabar akan memperkuat ekosistem pentahelix antara perguruan tinggi, dunia industri untuk memulihkan perekonomian bangsa pada masa pandemi dan paska pandemi.Adapun tindaklanjutnya kami akan mempertemukan inventor dengan investor untuk saling bersinergi,” kata Paristiyanti Nurwardani pada penandatanganan kerjasama (MoU) tersebut

Menurutnya, kerja sama bersama KADIN Jabar juga memperkuat program Kampus Merdeka. Diantaranya, kemudahan magang dan praktek bagi mahasiswa. Hemat dia , melalui program magang ini pihaknya ingin memastikan kalangan dunia usaha mendapat mahasiswa magang yang sesuai kebutuhannya.

Bagi mahasiswa magang mendapat pengetahuan baru tentang apa   saja yang baru yang diterapkan di dunia usaha dan dunia industri.

Proses magang pun akan dilaporkan pada perguruan tinggi sehingga akan ada reorientasi kurikulum antara perguruan tinggi dan dunia industri. Melalui reorientasi kurikulum akan ada perbaikan sehingga terjadi relevansi antara kurikulum perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri.

Baca juga : Pendidikan Agama Pluralistik bisa Tingkatkan Toleransi Masyarakat

Lebih lanjut, Paris sapaan akrabnya, mengatakan, pihaknya telah menciptakan Kedai Reka, platform yang akan mempertemukan inventor dan investor.

Menurutnya, saat ini platform daring ini sudah memiliki sekitar 30.000 inventor dan 5.000 pengusaha.

"Semoga terus meningkat saya sangat yakin pengalaman kita di Covid-19 ini juga tak terduga. Ada blessing di pandemi karena kita mampu melahirkan 1.300 penelitian yang siap diproduksi massal," tukas Paris.

Ketua KADIN Jabar Tatan Pria Sudjana menyambut positif kerja sama dengan Dikti Kemendikbud. Tatan mengatakan, pihaknya akan terus membangun sinergi dengan seluruh stakeholder termasuk dengan kalangan pendidikan tinggi.

Ia juga mendukung konsep triplehelix maupun pentahelix yang diusung Dikti Kemendikbud.

Dia berharap skema penta helix ini tidak hanya menghasilkan lulusan yang sesuai dengan standar akademik, juga memenuhi kebutuhan industri.

"Jangan sampai profesor ubi cilembu hanya berakhir di Scopus, tidak bisa menjadi produk yang bisa membangun ekonomi masyarakat," tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Tim Kerja Akselerasi Reka Cipta Indonesia Ditjen Dikti Kemendikbud yakni Achmad Aditya, M.Setiawan, Ade Kadarisman, Mahir Bayasut, dan Willy Sakareza. (OL-7)

BERITA TERKAIT