02 September 2020, 18:40 WIB

83 Ribu Desa Ditargetkan Terjangkau 4G pada 2022


Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi

PEMERINTAH terus berupaya memperluas jangkauan internet hingga ke seluruh wilayah di Indonesia. Hal ini dilakukan, salah satunya bertujuan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Widodo Muktiyo mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan terkait daerah-daerah yang belum memiliki jaringan 4G.

Baca juga: Kecepatan Internet di Indonesia Masih di Bawah Tiga Negara ASEAN

“Di Indonesia ada 83.218 desa atau kelurahan. Itu masih ada 12.548 desa/kelurahan yang belum ada infrastruktur 4G, mencakup daerah non-3T sejumlah 3.435 desa/kelurahan, sedangkan yang 3T ada 9.113 desa/kelurahan,” tutur Widodo saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (2/9).

Widodo menjelaskan, pada 2021 mendatang Presiden Joko Widodo telah mencanangkan adanya transformasi digital, sehingga anggaran yang disiapkan untuk pemenuhan infrastruktur jaringan internet diperkirakan akan berlipat ganda dibanding tahun ini.

“Poinnya, yang 9.113 desa/kelurahan di 3T itu yang mendanai nanti pemerintah, dibuatkan agar sinyal sampai di daerah 3T. Sedangkan yang 3.435 desa/kelurahan non 3T itu pemerintah dengan operator seluler sepakat untuk mengerjakan wilayah tersebut karena menyangkut daerah yang bisa dipakai untuk bisnis. Targetnya, pada 2022 dari 83.218 kelurahan/desa di Indonesia 2022 bisa ter-cover 4G untuk kegiatan pembelajaran,” jelasnya.

Ia mengaku saat ini masih banyak daerah yang belum terjangkau internet, namun pemerintah pun tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut dalam sekejap. Butuh waktu dan anggaran yang memadai agar seluruh daerah dapat menikmati internet.

“Saat ini sudah ada 348 ribu kilometer fiber optik baik di laut maupun di darat. Ada lima satelit juga yang dioperasikan, tapi karena wilayah kita itu kan kepulauan dan sangat luas, jadi memang masih ada yang belum terjangkau.”

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbud Jumeri menuturkan, daerah yang tidak terjangkau akses internet sebagian besar merupakan daerah 3T yang berada di zona hijau, sehingga dapat memilih opsi pembelajaran tatap muka. “80%  daerah 3T merupakan zona hijau sehingga bisa melakukan pembelajaran tatap muka secara normal.”

Dia menegaskan, Kemendikbud telah bekerja sama dengan Kemenkominfo untuk mengatasi masalah keterbatasan internet. “Masalah jaringan ini di luar kemampuan kami, kami berkordinasi dan berkolaborasi dengan Kemenkominfo untuk makin memperluas jaringan internet kita ke seluruh wilayah di Indonesia. Tentu dari dana desa kita juga bisa dipakai untuk membuat desa-desa digital.” (Aiw/A-1)

 

BERITA TERKAIT