02 September 2020, 21:33 WIB

Pemkot Cirebon Bentuk Dua Tim Penanggulangan Covid-19


Nurul Hidayah | Nusantara

TINGKAT penularan Covid-19 di Kota Cirebon, Jawa Barat dinilai sudah pada tahap membahayakan. Karena itu, Pemerintah Kota Cirebon membentuk dua tim untuk menanggulangi penyebaran wabah yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok tersebut.
    
Hal itu diungkapkan Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis usai rapat evaluasi penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Rabu (2/9). Ia menyebut dua tim yang dibentuk memiliki tugas spesifik untuk meredam penyebaran Covid-19
    
Tim pertama bertugas melakukan penanggulangan dengan melaksanakan  upaya testing, tracing, tracking, dan isolating. "Tim akan dipimpin langsung Kadinkes Kota Cirebon," ungkap Azis.

Sedangkan tim kedua yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Cirebon merupakan tim pencegahan. Tim ini akan melakukan sosialisasi dan memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi.

"Kami berupaya menggugah kesadaran masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan. Jadi tidak hanya pemerintah daerah saja," tegas Azis.

Tim pencegahan akan melakukan kampanye dan sosialisasi secara bergantian. Sosialisasi juga dimaksudkan untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa saat ini tengah digodok peraturan daerah (perda) yang berisi sanksi bagi masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan, diantaranya penggunaan masker.

"Razia juga akan ditingkatkan sehingga masyarakat tergugah kesadarannya untuk peduli menjalankan protokol kesehatan," tegas Azis.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto, menjelaskan pada Rabu (2/9) terdapat penambahan 9 kasus positif Covid-19 di Kota Cirebon. Sehingga total sudah ada 94 warga Kota Cirebon yang terkonfirmasi positif dengan suspek sebanyak 380  orang dan kontak erat sebanyak 440 orang. (R-1)

BERITA TERKAIT