02 September 2020, 21:00 WIB

Ini 4 Institusi Pengembang Vaksin Merah Putih


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menyebut terdapat 4 institusi diluar LBME Eijkman yang mengembangkan vaksin merah putih untuk kebutuhan vaksinasi di tanah air.

"Di luar Eijkman, kami sudah mengidentifikasi ada empat institusi lain yang mengembangkan vaksin merah putih. Definisi vaksin merah putih adalah vaksin yang bibit vaksin diteliti dan dikembangkan di Indonesia," kata Bambang dalam keterangan pers di BNPB, Rabu (2/9).

Baca juga: Menristek: Pengembangan Vaksin Tidak Terpengaruh Mutasi Korona D61

Empat institusi, selain Eijkman tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), Intitut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Lembaga Eijkman mengembangkan vaksin berbasis platform subunit protein rekombinan dan inactivated virus atau virus yang dilemahkan.

Universitas Indonesia mengembangkan vaksin dengan tiga platform yaitu DNA, RNA, dan virus-like particle.

Institut Teknologi Bandung dan Universitas Airlangga masing-masing mengembangkan vaksin dengan platform adenovirus dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengembangkan vaksin dengan platform protein rekombinan.

"Kita bersyukur ada banyak peneliti yang luar bias berupaya untuk meneliti dan harapannya bisa mengembangkan dan melahirkan bibit vaksin yang nantinya siap untuk diproduksi," sebutnya.

Dalam rangka pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia, Kementerian Riset dan Teknologi mengembangkan vaksin dengan pendekatan efektif, cepat dan mandiri.

"Kenapa kemandirian penting karena Indonesia adalah negara dengan penduduk 260 juta yang tentunya semuanya membutuhkan vaksin," tegasnya.

Bambang berharap, mereka siap memproduksi vaksin dan dapat diproduksi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Nah kita harapkan pada waktunya mereka siap memproduksi vaksin dan ada kemungkinan apabila vaksinasi dilakukan lebih dari 1 kali per orang maka kebutuhan vaksin covid-19 ini bisa mencapai jumlah 300-400 juta ampul," pungkasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT