02 September 2020, 20:17 WIB

Bupati: Pengisian Jabatan di Gowa tetap Berpedoman Merit System


mediaindonesia.com | Nusantara

Pemerintah Kabupaten Gowa tetap berpedoman pada Merit System dalam mengisi jabatan kosong. Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menegaskan bahwa kebijakan dan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja.

Kebijakan fasih baca Alquran bagi ASN muslim, kata dia, adalah upaya mendorong ASN muslim untuk bisa membaca Alquran.

"Kebijakan fasih baca Alquran bagi ASN muslim yang ingin promosi jabatan ini adalah upaya kita dalam memuliakan Alquran di kalangan ASN muslim. Oleh karena itu, ini kita jadikan pengingat bagi ASN muslim bahwa fasih baca Alquran itu penting dalam kehidupan beragama umat muslim, itu cara kita memuliakan Alquran," kata Adnan.

Dalam tes fasih baca Alquran yang dilakukan beberapa waktu lalu, menurut Adnan, ada 14 yang dinyatakan tidak lulus, tetapi tetap dipromosikan. "Karena pengisian jabatan yang kosong kemarin, kita tetap berdasarkan sistem kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Tapi kita dorong lagi untuk fasih membaca Alquran dengan kembali belajar. Enam bulan ke depan kita lihat lagi," ungkapnya.

Dalam mengusulkan ASN yang akan dipromosi, lanjutnya, tetap mengedepankan Merit System, yakni kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Setelah memenuhi semua unsur itu, ASN yang muslim akan didorong fasih baca Alquran.

Ada atau tidaknya kebijakan ini, kata Adnan, fasih baca Alquran memang adalah sesuatu yang dianjurkan di dalam agama Islam. "Jadi kebijakan ini hanya jadi pengingat. Ajakan bagi ASN agar kembali membumikan Alquran. Sesuai pesan dan wasiat pahlawan nasional asal Gowa, Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makasari Al-Bantani," jelasnya.

Dorongan agar ASN muslim fasih membaca Alquran, menurutnya, sudah disosialisasikan sejak tiga bulan lalu. Dorongan fasih membaca Alquran ini pun hanya khusus bagi ASN muslim yang akan promosi jabatan. "Bagi yang tidak fasih kita anjurkan untuk terus belajar. Mereka kita dorong agar mau belajar dan bisa fasih. Yang tidak fasih ini pun berjanji bisa fasih dalam 6 bulan. Makanya 6 bulan ke depan kita akan lihat apakah mereka bisa memenuhi janjinya," ungkap Adnan.

Mantan anggota DPRD Sulsel ini juga menegaskan jika kebijakan ini sama sekali tidak mengganggu perkembangan karier ASN nonmuslim. Bagi ASN yang nonmuslim, kebijakan ini tidak berlaku. "Tetap kembali ke standar kompetensi ASN, kepangkatan, dan golongan. Kalau sudah memenuhi itu kita promosikan," pungkasnya.

Sementara itu Pakar Pemerintahan, Arief Wicaksoni, menilai upaya mendorong ASN muslim fasih membaca Alquran di Kabupaten Gowa sudah seirama dengan visi dan misi Kabupaten Gowa. "Bagus sekali itu menurut saya. Karena tercantum juga dalam visi dan misi Kabupaten Gowa, sehingga seirama dengan roda pembangunan di Gowa yang berdasarkan nilai budaya dan agama," terangnya.

Apa yang dilakukan di Gowa dengan tetap mengedepankan kualifikasi, kompetensi dan kinerja dalam mempromosikan ASN, kata dia, sama sekali tidak perlu dipolemikkan. "Bagi yang akan dipromosikan untuk jabatan barunya, itu merupakan mekanisme pengingat, reminder, bahwa jabatan bukanlah segalanya, apalagi yang muslim, tentu jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, di dunia maupun di akhirat," jelasnya. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT