02 September 2020, 18:21 WIB

Penanganan Pandemi Dorong Popularitas PM Malaysia


Faustinus Nua | Internasional

PERDANA Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memperoleh rating tinggi dari para pemilih berdasarkan jajak pendapat yang diterbitkan pada Rabu (2/9), terkait penanganannya terhadap pandemi Covid-19 dan representasi mayoritas etnis Melayu yang lebih besar dalam pemerintahannya.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei independen Merdeka Center itu memberi peringkat persetujuan 69% untuk Muhyiddin. Dia mendapat dukungan meski baru menjabat dalam 6 bulan, menyusul perebutan kekuasaan yang menyebabkan jatuhnya pemerintah multi-etnis yang dipimpin Mahathir Mohamad.

Baca juga: Presiden Prancis Janji Siap Bantu Irak dalam Bidang Keamanan

Responden survei juga memberikan peringkat persetujuan 93% untuk penanganan pemerintah terhadap pandemi covid-19. Selain itu, peringkat tinggi untuk membantu yang warga terdampak dan mengelola ekonomi selama masa krisis.

Malaysia telah melaporkan lebih dari 9.300 infeksi virus korona.

Dalam jajak pendapat popularitas terakhir yang diterbitkan oleh Merdeka Center pada April tahun lalu, kurang dari setengah orang Malaysia menyetujui perdana menteri saat itu Mahathir. Hal itu disebabkan kekhawatiran atas kenaikan biaya dan masalah rasial yang mengganggu pemerintahannya.

Direktur Eksekutif Pusat Merdeka Ibrahim Suffian mengatakan para pemilih Melayu menunjukkan preferensi yang kuat untuk pengelolaan pandemi oleh pemerintah dan kejatuhan ekonomi. Pemerintah juga diapresiasi karena mampu menyatukan partai-partai politik Melayu yang berseteru lama.

"Hasil tersebut juga menunjukkan gelombang dukungan yang signifikan dari pemilih Melayu menuju koalisi politik Melayu yang bersatu," kata Ibrahim dalam sebuah pernyataan.

Etnis Melayu mencapai sekitar 60% dari populasi Malaysia yang berjumlah sekitar 32 juta. Sisanya sebagian besar terdiri dari etnis Tionghoa dan etnis minoritas India. (CNA/OL-6)
 

BERITA TERKAIT