02 September 2020, 17:57 WIB

IHSG Menguat Tipis, Rupiah Anjlok ke 14.745


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PENUTUPAN indeks harga saham gabungan (IHSG) Rabu (2/9) tidak berbeda jauh dari hari sebelumnya. IHSG ditutup menguat tipis di level 5,311.97 (+0,02%). Penguatan didorong oleh sektor Agri (+3,37%) dan infrastruktur (+1,03%).

Data Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan indeks manufaktur meningkat menjadi 56 pada Agustus, naik dari posisi Juli sebesar 54,2 pada Juli. Angka itu menunjukkan ekspansi tercepat dalam hampir dua tahun.

Bergeliatnya manufaktur AS ini turut menekan rupiah (-1,38%), Rupiah ditutup melemah 172 poin atau 1,18 persen menjadi Rp14.745 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.573 per dolar AS.

Baca juga : Bank Indonesia Yakin Ekonomi RI Tembus 4,8-5,8% Pada 2021

"Investor juga masih mengantisipasi beberapa data perekonomian dari global, mencermati peningkatan kasus baru covid-19 dari dalam negeri yang naik cukup signifikan," kata Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher, Rabu (2/9).

Selain itu melemahya rupiah dipicu dari dalam negeri terkait rencana perpanjangan kebijakan berbagi beban atau "burden sharing" antara pemerintah dan Bank Indonesia hingga 2022.

"Isu burden sharing Bank Indonesia menambah tekanan ke rupiah. BI ikut membantu pembiayaan penanganan covid-19 untuk memulihkan ekonomi Indonesia. Kebijakan ini dikhawatirkan menambah likuiditas rupiah di pasar sehingga rupiah tertekan," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT