02 September 2020, 17:50 WIB

Klaster Baru, Menag Minta Pengurus Pesantren Segera Lapor


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

PENGURUS pesantren diminta segera melapor ke Kementerian Agama apabila menemukan kasus covid-19, mengingat pemberitaan pondok jadi klaster baru covid-19.

“Belakangan kami melihat ada beberapa pesantren yang terkena, kami anjurkan kepada mereka agar jangan diam-diam saja. Kalau ada yang terkena atau menjadi klaster segera lapor ke Kementerian Agama. Segera akan kami datangi dan bantu,” kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam keterangan resminya kemarin.

Fachrul mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat bila memperoleh laporan adanya klaster Covid-19 di pesantren. Pihaknya memastikan akan memberikan bantuan berupa obat-obatan, disinfeksi lingkungan pondok pesantren, atau membantu dana, hingga menurunkan tim kesehatan ke pesantren yang terkena.

“Jadi, kalau ada yang positif (Covid-19), jangan diam-diam saja. Segera lapor, sehingga bisa segera kita atasi. Pasti pemerintah akan membantu,” imbuhnya.

Baca juga : Khilafah tidak Dilarang, Pemikirannya tidak Diterima jadi ASN

Sebelumnya Kementerian Agama telah menyampaikan empat syarat utama yang harus dipenuhi pesantren bila ingin mulai melakukan pembelajaran tatap muka. Pertama lingkungan madrasah/pesantren harus aman dari Covid. Kedua, guru atau ustadznya aman covid, Santrinya pun aman Covid, dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Bila menerapkan empat hal tersebut, insyaAllah semuanya akan aman. Ini sudah dilakukan oleh banyak pesantren kita,” kata Menag.

Saat ini, Kementerian Agama juga melakukan sinergi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19. Salah satunya yang dilakukan Kanwil Kemenag Jawa Timur untuk mengatasi klaster Pondok Pesantren Darussalam, Banyuwangi.

Bersama dengan GTTP dan masyarakat, Kanwil Kemenag Jawa Timur melakukan sejumlah upaya, antara lain menyiapkan tempat isolasi, menurunkan tim kesehatan, disinfeksi, dan trauma healing, hingga mendirikan dapur umum untuk mencukupi kebutuhan para santri selama menjalani masa karantina 14 hari. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT