02 September 2020, 17:44 WIB

PKL yang Jualan di Trotoar akan Disertifikasi oleh Pemprov DKI


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

KEPALA Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menjamin pihaknya tidak akan begitu saja mengizinkan PKL di trotoar. Hari menyebut banyak syarat yang harus dipenuhi oleh para PKL sebelum disetujui menempati ruang bagi pejalan kaki tersebut.

"Yang jelas nanti beda-beda penjualnya dan tidak permanen. Lalu ada standar kebersihan yang harus dijalani. Juga ada standar bagaimana menjual dan membuat produknya, membuang limbahnya. Sehingga kebersihan dan kenyamanan trotoar tetap terjaga," kata Hari saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: Pelebaran Trotoar untuk Akomodasi PKL

PKL yang ditempatkan di lokasi trotoar nantinya akan mendapatkan sederet pelatihan dan harus disertifikasi. Sehingga, tidak sembarang PKL yang bisa berjualan di trotoar.

"Harus disaring dan nanti disertifikasi. Jadi tidak sembarangan karena harus betul-betul menjaga kenyamanan agar ruang bagi pejalan kaki tidak terganggu," tegasnya.

Di sisi lain, keberadaan PKL nantinya dipastikan bukan menjadi penghalang bagi pejalan kaki melainkan sarana pelengkap.

Baca juga:  Pelebaran Trotoar untuk Akomodasi PKL

Sebab, seperti di luar negeri, banyak trotoar yang juga terdapat segelintir kios PKL di atasnya untuk memberikan kenyamanan kepada para pengunjung.

"Misalnya kan ada kios yang khusus memberikan informasi mengenai kota Jakarta, wisatanya, dan lain-lain juga sembari menjual minuman dan makanan ringan atau suvenir dan menyediakan pamflet informasi. Ini kan sudah banyak yang seperti ini," tegas Hari. (Put/A-3)

BERITA TERKAIT