02 September 2020, 16:36 WIB

Kebakaran Kejagung, 105 Saksi dan 24 CCTV Telah Diperiksa


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

SEBANYAK 105 saksi dan 24 CCTV telah diperiksa terkait investigasi kebakaran Kejaksaan Agung (Kejagung), beberapa diantara barang bukti masih di laboratorium forensik..

“Belum selesai pemeriksaan labfor, nanti kalau sudah kami akan informasikan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada mediaindonesia.com, Selasa (2/9).

Awi menyebut labfor Polri masih memeriksa sampel abu arang dari lokasi kejadian. Polisi sebelumnya juga telah mengamankan 24 kamera CCTV di Gedung Kejagung dan sekitarnya.

Sebanyak delapan dari 24 CCTV yang diperiksa hangus terkena kobaran api. “Yang pertama, untuk CCTV yang diambil dari TKP di kantor Kejaksaan Agung ada delapan CCTV. Terus kemudian ada sekitar 18 CCTV yang diambil dari sekitar kantor Kejaksaan Agung,” tutur Awi.

Baca juga : Sembilan Orang Jadi Tersangka Pesta Gay di Jaksel

Tim penyidik Bareskrim Polri juga tengah memeriksa saksi, antara lain 54 pekerja OB, cleaning service 20 orang, 10 orang keamanan dalam kantor Kejagung, 5 pejabat Kejaksaan Agung, 7 orang tukang, 7 orang swasta dan 2 orang teknisi.

Awi menjelaskan tim Puslabfor melakukan olah TKP 1 dan tahap kedua dengan mengumpulkan temuan dilapangan yang selanjutnya dilakukan analisa oleh Puslabfor Bareskrim Polri.

Selanjutnya, terang Awi, hasil tersebut akan di cocokkan dengan keterangan saksi dan hasil di lapangan. “Mohon rekan-rekan bersabar menunggu, menghormati dan memberikan kesempatan untuk Puslabfor Bareskrim Polri dan tim berkerja,” papar Awi.

Sebelumnya, Kebakaran hebat melalap Gedung Utama Kejagung RI sekitar pukul 19.00 WIB pada (22/8) malam hari.

Sebanyak 65 damkar dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang melenyapkan sebagaian gedung.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran apakah itu musibah atau sengaja oleh oknum tertentu masih dilakukan pendalaman oleh Polri yang dipercaya untuk mengusut peristiwa tersebut. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT