02 September 2020, 16:31 WIB

Polda Sumsel Amankan 22 Petani Pembakar Lahan


Dwi Apriani | Nusantara

PULUHAN pelaku pembakar lahan di wilayah Sumatra Selatan berhasil diamankan Kepolisian Daerah Sumatra Selatan. Ada sekitar 22 orang, yang semuanya berasal dari 20 laporan kasus pembakaran lahan, dan semuanya merupakan petani.

Direktur Reskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Anton Setiawan menyebutkan, laporan kasus tersebut berasal dari beberapa wilayah di enam kabupaten. Di antaranya Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Panukal Abab Lematang Ilir, dan Musi Banyuasin dengan total lahan terbakar 25 hektare (ha).

''Sejak awal kita sudah tegaskan bahwa membakar lahan untuk kepentingan apapun tidak diperbolehkan, dan akan disanksi hukum,'' ujar Anton, kemarin.

Baca Juga:  Anggaran Pemprov Sumsel Cegah Karhutla Naik lebih 20 Kali Lipat

Dari seluruh kasus pembakaran lahan, pihaknya sudah memproses semua kasus. Ada yang masih dalam penyelidikan dan juga tahap penyidikan. Kasus pembakaran lahan tersebut juga ada dari Banyuasin, di mana ada lima laporan polisi dan sudah diproses.

''Selain tindakan tegas, kami juga telah menyampaikan imbauan untuk tidak bakar lahan. Sudah ada makmulat Kapolda tentang larangan membakar lahan dan hutan. Namun karena mereka masih bandel, maka kita amankan untuk diproses selanjutnya,'' jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, 22 orang pelaku pembakaran lahan tersebut merupakan hasil tangkapan selama musim kemarau Juli-Agustus 2020 ini. Salah satunya pelaku bakar lahan di dekat Tol Palembang-Indralaya.

Baca Juga: Sumsel Siapkan Enam Pesawat dan Helikopter Antisipasi Karhutla

''Selama dua bulan terakhir, Polda bersama jajaran polres tengah menangani kasus kebakaran hutan dan lahan. Setidaknya ada 20 kasus yang ditangani dengan 22 pelaku pembakar lahan,'' ujar Supriadi.

''Yang ramai kemarin dekat jalan tol juga sudah ditangani. Kasus ditangani jajaran Reskrim Ogan Ilir, ada pelakunya,'' terang dia.

Dari kasus pembakaran lahan ini, pihaknya mencatat dari 22 pelaku terdiri dari 18 orang laki-laki dan 4 orang perempuan yang ditangkap di lokasi yang berbeda. Dijelaskan Supriadi, para pelaku ini membakar lahan milik mereka sendiri dengan kisaran luas lahan 1 ha-2 ha untuk dijadikan lahan perkebunan.

''Mereka membakar lahan mereka di siang dan malam hari dengan cara menyiramkan solar dan korek api,'' ungkapnya.

Baca Juga: Cegah Karhutla, Sumsel Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana

Adapun barang bukti yang berhasil disita di antaranya parang, korek api, dan sisa rumput yang telah terbakar. Keenam tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 188 KUHP, Pasal 187 KUHP, Pasal 78 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, Pasal 108 Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

''Kami juga telah sosialisasi kepada masyarakat dengan maklumat yang dikeluarkan Kapolda Sumsel terkait pencegahan karhutla. Sehingga kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi sengaja membakar lahan mereka,'' tandasnya. (DW/OL-10)

BERITA TERKAIT