02 September 2020, 15:28 WIB

DKI Bakal Fasilitasi UMKM di Trotoar, DPRD: Jadi Kumuh


Hilda Julaika | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta berencana memfasilitasi pelaku UMKM untuk berjualan di trotoar. Namun, kebijakan tersebut masih menunggu rekomendasi dari sejumlah instansi.

Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menilai rencana ini sebagai kebijakan yang kurang tepat. Menurutnya, fasilitas trotoar hanya mampu menampung 2-3 UMKM. Keberadaan pedagang berpotensi menimbulkan kesan kumuh. Serta, mengganggu hak pejalan kaki.

“Ini kebijakan yang nanggung. Kasih lokasi yang benar,” ujar anggota fraksi PDIP saat dihubungi, Rabu (2/9).

Wilayah DKI Jakarta dikatakannya memiliki banyak lahan untuk dijadikan lokasi khusus bagi UMKM. Dia kembali menegaskan aktivitas perdagangan di trotoar hanya menimbulkan kesan kumuh dan tidak teratur.

Baca juga: Koalisi Pejalan Kaki Tolak Keras Penempatan PKL di Trotoar

“Banyak itu tanah di DKI Jakarta, lokasi yang bisa dimanfatakan banyak. Jangan berserakan di troroar dan pinggir jalan. Trotoar sudah dibikin cantik. Kebijakan ini jadinya tidak terukur,” kritik Gilbert.

Pihaknya berharap Pemprov DKI menghasilkan kebijakan yang terukur dan pertimbangan yang baik. Tentunya kebijakan tersebut harus memberikan solusi terbaik bagi sektor UMKM.

“Saya harapkan bikin kebijakan itu dihitung baik-baik. Jangan kayak demam dikasih obat warung. Harusnya dikasih kebijakan yang mantap, kasih antibiotik maka sembuh,” tegasnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT