02 September 2020, 14:04 WIB

Menkeu: Ekonomi Kuartal III Mungkin Masih Negatif


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

PEMERINTAH memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2020 sekitar minus 1,1-0,2%. Itu mengubah proyeksi sebelumnya, yakni berkisar minus 0,4-1%.

Perubahan mencermati perkembangan kasus covid-19 di Indonesia yang kurvanya belum melanda. Pandemi covid-19 pun menghantam kinerja ekonomi pada kuartal II 2020.

Proyeksi pertumbuhan juga mengacu perkiraan kondisi ekonomi pada kuartal III 2020, yang diprediksi bakal tumbuh negatif.

Baca juga: Agustus Deflasi 0,05%, BPS: Daya Beli Masyarakat Belum Pulih

“Proyeksi kami (pertumbuhan ekonomi 2020) minus 1,1% hingga 0,2%. Triwulan III 2020 mungkin masih mengalami negatif growth dan triwulan IV 2020 kemungkinan masih sedikit di bawah netral,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (2/9).

Dengan asumsi tersebut, lanjut dia, agenda pemulihan pada 2021 tidak langsung mengungkit perekonomian nasional pada semester pertama. Pada paruh pertama 2021, pemerintah fokus terhadap pengadaan vaksin covid-19. Kemudian, diikuti dengan vaksinasi secara meluas kepada masyarakat di periode berikutnya.

Oleh karena itu, target pertumbuhan ekonomi yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 dengan kisaran 4,5-5,5%, sangat bergantung kinerja semester II 2021.

Baca juga: Oktober, Ada Penurunan Tarif Listrik Tujuh Golongan Nonsubsidi

“Sebetulnya semester 1 2021 kita tidak bisa asumsikan pemulihan yang full power. Karena covid-19 masih menjadi salah satu faktor yang menahan pemulihan. Baik di konsumsi maupun investasi, berikut ekonomi global,” imbuh mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.

“Jadi kita akan sangat bergantung pada pemulihan semester II 2021. Ini memberikan pengaruh terhadap seberapa tinggi pemulihan pada 2021,” pungkas Ani, sapaan akrabnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT