02 September 2020, 10:22 WIB

Ketegasan KSAD Soal Perusakan Polsek Ciracas Diapresiasi


Theofilus Ifan Sucipto | Politik dan Hukum

KETEGASAN Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa soal perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur diapresiasi. Ultimatum Andika kepada perusak Polsek Ciracas diyakini membuat efek jera.

Andika berjanji menindak tegas oknum TNI perusak Polsek Ciracas. Perusak juga diultimatum hukuman pidana, membayar ganti rugi dengan gajinya, bahkan dipecat.

"Langkah tegas ini merupakan salah satu upaya menimbulkan efek jera agar peristiwa kekerasan serupa tidak terulang," kata Ketua Setara Institute, Hendardi, saat dikonfirmasi, Rabu (2/9).

Baca juga: KontraS Sayangkan Berulangnya Penyerangan Polsek Ciracas

Hendardi menyebut, selama ini, ketegangan TNI-Polri selalu diatasi dengan upaya simbolis dan artifisial. Misalnya, memotret anggota TNI dan Polri yang saling menggendong dan apel bersama.

"Ini sama sekali tidak mengatasi persoalan sesungguhnya," ujar dia.

Meski begitu, kata Hendardi, reformasi TNI tetap harus dilakukan. Salah satunya merevisi Undang-Undang Nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer.

Revisi tersebut harus menjamin kesetaraan hukum termasuk bagi anggota TNI. Sehingga mereka bisa dibawa ke peradilan umum jika melanggar aturan.

Sekitar 100 orang tidak dikenal menyerang Polsek Ciracas di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, pukul 02.00 WIB, Sabtu (29/8). Mereka merusak sejumlah fasilitas, seperti kaca kantor hingga dua kendaraan polisi, serta menyerang warga.

Perusakan dipicu isu pengeroyokan terhadap anggota Direktorat Hukum Angkatan Darat (Ditkumad), Prajurit Dua (Prada) MI, di kawasan Ciracas. Namun, olah tempat kejadian perkara (TKP) membuktikan Prada MI terluka karena kecelakaan tunggal. (OL-1)

BERITA TERKAIT