02 September 2020, 10:16 WIB

Klaster Komunitas Juga Muncul di Jakarta


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

SELAMA penularan wabah covid-19, berbagai macam klaster bermunculan di Jakarta, di antaranya klaster libur panjang, klaster perkantoran, dan kini ada klaster komunitas.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati mengatakan klaster komunitas muncul sejak Juli lalu.

"Saat ini yang timbul adalah klaster keluarga inti atau komunitas, di mana saat berkumpul kadang lupa untuk menjalankan 3M. Sehingga bila salah satu anggota terjangkit maka cepat sekali penularannya," kata Yudi saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (1/9).

Klaster komunitas atau keluarga muncul hampir merata di seluruh kecamatan.

Baca juga: Mobile Lab Bantu Percepat Penanganan Covid-19

Untuk itu, aparat pun terus mengingatkan agar warga menjaga protokol kesehatan yakni 3M tetap dilakukan.

Sosialisasi ini juga dilakukan dengan pembuatan tugu berbentuk peti mati di Kecamatan Tanjung Priok, tepatnya di Danau Sunter Selatan.

"Iya dan mengingatkan warga bahwa covid-19 bukan penyakit main-main," tegasnya.

Di sisi lain, hingga 30 Agustus, jumlah kasus aktif di Jakarta Utara telah mencapai 904 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 308 orang dirawat dan 596 orang menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, persentase kematian warga Jakarta Utara akibat covid-19 adalah 3,2% atau sudah sebanyak 142 orang meninggal dunia dari total akumulasi 4.440 warga terkonfirmasi positif covid-19.

Sementara itu, tingkat kesembuhan mencapai 76,4% atau sebanyak 3.394 orang telah sembuh.

Untuk mencegah penularan di dalam keluarga, terutama bila ada anggota keluarga yang menjalani isolasi mandiri, Yudi menyebut aparat RT dan RW memantau langsung dan memastikan domisili masing-masing warga.

"Data ini telah dikonfirmasi hingga sampai tingkat RT-RW yang memastikan domisili pasien memang benar. Terutama pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri. Ini memudahkan gugus tugas melakukan pemantauan selamai isolasi mandiri," tukasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT