02 September 2020, 09:34 WIB

Polisi Tunda Periksa Pemred Tirto.id


Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum

POLISI menunda pemeriksaan pemimpin redaksi (pemred) media daring Tirto.id. Penundaan dilakukan karena Pemred Tirto tidak berada di Jakarta.

"Yang Tirto juga kita jadwalkan hari ini tapi dari pihak pemred Tirto di luar kota minta diundur jadi Jumat (4/9)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi wartawan, Rabu (2/9).

Yusri mengatakan pemanggilan pemred Tirto ini dilakukan untuk mengonfirmasi sejumlah saksi peretasan. Hal itu dilakukan untuk meyakinkan penyidik terkait peretasan Tirto.

Baca juga: Polisi Klarifikasi Bukti Peretasan Tempo

Hari ini, polisi juga akan memeriksa beberapa saksi dari Tirto. Polisi butuh bukti kuat untuk bisa menentukan pelaku dalam kasus ini.

"Tapi saksi-saksinya dari karyawan mereka akan datang hari ini. Jadi untuk Tirto hari ini dia datang saksi-saksinya ya," ujar Yusri.

Situs berita Tempo.co diretas pada Jumat (21/8) dini hari. Aksi tersebut dinilai sebagai upaya mengganggu kerja jurnalistik yang dilakukan redaksi Tempo.co.

Peretas memutar lagu "Gugur Bunga" selama 15 menit pada situs yang dikelola PT Info Media Digital itu. Tampilan pada situs juga berubah. Latar laman menjadi hitam dan disertakan kata hoaks ketika diakses.

Tidak berselang lama, situs Tirto.id diretas. Sebanyak tujuh artikel soal obat covid-19 yang dikembangkan TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Universitas Airlangga (Unair) mendadak hilang.

Tim Tirto sempat mengunggah kembali berita itu. Namun, lagi-lagi berita tersebut hilang diduga karena diretas.

Terlapor kasus peretasan masih dalam penyelidikan. Terlapor dijerat Pasal 32 ayat (1) jo Pasal 48 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang perubahan atas UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 18 Ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (OL-1)

BERITA TERKAIT