02 September 2020, 09:16 WIB

Harga Jagung Terpengaruh Pandemi Covid-19


Tosiani | Nusantara

MEMASUKI musim panen jagung, petani di wilayah Temanggung, Jawa Tengah mengeluhkan jatuhnya harga jagung. Semenjak pandemi covid-19, harga jual jagung turun dari semula Rp4.600 per kilogram (kg) menjadi Rp3.500 per kg.

"Semua harga sayuran, termasuk jagung, turun drastis lantaran terpengaruh pandemi korona," kata Ranto, 50, salah seorang petani di Kelurahan Madureso, Kecamatan Temanggung, Rabu (2/9).

Ranto menanam jagung tiap setahun sekali sebagai selingan di antara jeda musim tanam padi. Hal itu untuk menjaga kondisi tanah tetap bagus dan menjauhkan padi dari serangan hama.

Baca juga: Menuju Lumbung Pangan dengan Lahan Rawa

Pada panen jagung tahun lalu, dari lahannya yang seluas sekitar 200 meter persegi menghasilkan lebih dari 700 kilogram jagung.

"Ketika itu harga jual jagung Rp4.600 per kilogram. Saya mendapatkan sejumlah Rp3,5 juta dari penjualan jagung," kata Ranto.

Pada panen tahun ini, menurutnya, jagung yang dihasilkan sudah ditawar pembeli dengan harga Rp3.500 per kilogram. Harga tersebut sudah tidak bisa naik lagi. Padahal ia memperkirakan hasil panen jagungnya tahun ini lebih banyak ketimbang hasil panen tahun lalu.

Muhamad, 46, petani lainnya mengatakan hal yang sama. Harga jual jagungnya dari hasil panen tahun ini juga cenderung turun meski masih belum dipetik. Ia menanam jagung di lahan seluas 100 meter persegi.

"Masih belum dipetik, harganya sudah ditawar Rp3.400 per kg. Harga ini lebih rendah dari tahun lalu yang mencapai Rp 4.200 per kg," katanya. (OL-1)

BERITA TERKAIT