02 September 2020, 09:11 WIB

Polisi Klarifikasi Bukti Peretasan Tempo


Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum

POLISI memanggil pemimpin redaksi media massa Tempo. Polisi mengklarifikasi sejumlah bukti yang ditemukan pelapor terkait peretasan situs Tempo, beberapa hari lalu.

"Tempo dijadwalkan hari ini bersama saksinya, tapi dia menyampaikan bisanya kemarin, 1 September 2020 tidak hari ini. Jadi dia mendahului. Kemarin sudah diundang dan diklarifikasi dengan membawa bukti-bukti yang dia laporkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi wartawan, Rabu (2/9).

Yusri enggan membeberkan lebih rinci materi pemeriksaan pihak Tempo. Alasannya untuk menjaga kerahasian bukti penyidikan.

Baca juga: Sarat Politisasi, UU MK Baru Akan Digugat ke MK

Hari ini, polisi menjadwalkan pemeriksaan para saksi dari peretasan situs Tempo. Rencananya akan ada dua saksi dari pihak Tempo yang diperiksa.

"Saksi-saksinya itu rencananya hari ini yang Tempo," ujar Yusri.

Situs berita Tempo.co diretas pada Jumat (21/8) dini hari. Aksi tersebut dinilai sebagai upaya mengganggu kerja jurnalistik yang dilakukan redaksi Tempo.co.

Peretas memutar lagu "Gugur Bunga" selama 15 menit pada situs yang dikelola PT Info Media Digital itu. Tampilan pada situs juga berubah. Latar laman menjadi hitam dan disertakan kata hoaks ketika diakses.

Tidak berselang lama, situs Tirto.id diretas. Sebanyak tujuh artikel soal obat covid-19 yang dikembangkan TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Universitas Airlangga (Unair) mendadak hilang.

Tim Tirto sempat mengunggah kembali berita itu. Namun, lagi-lagi berita tersebut hilang diduga karena diretas.

Terlapor kasus peretasan masih dalam penyelidikan. Terlapor dijerat Pasal 32 ayat (1) jo Pasal 48 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang perubahan atas UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 18 Ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (OL-1)

BERITA TERKAIT