02 September 2020, 08:19 WIB

Pemimpin Libanon Janji Bentuk Kabinet Dalam Tempo 2 Pekan


Basuki Eka Purnama | Internasional

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron mengatakan para pemimpin Libanon, Selasa (1/9), berjanji akan membentuk kabinet dalam tempo dua pekan agar bisa segera melakukan reformasi. Hal itu dikatakan Macron saat berkunjung ke Beirut.

Macron berada di Beirut untuk kedua kalinya sejak ledakan pada 4 Agustus yang menewaskan 180 orang, merusak ibu kota Libanon itu, dan memicu kemarahan warga terhadap elite politik negara itu.

Pemimpin politik Libanon telah menunjuk Mustapha Adib sebagai perdana menteri baru untuk membentuk kabinet dan memimpin negara itu keluar dari krisis politik dan ekonomi.

Baca juga: Jelang Sidang, Charlie Hebdo Cetak Ulang Kartun Nabi Muhammad

"Semua partai politik, tanpa terkecuali, berkomitmen membentuk pemerintahan baru dalam tempo kurang dari 15 hari," ujar Macron.

Macron memiliki target ambisius di kunjungan keduanya di Libanon yaitu mendorong terjadinya perubahan besar namun tanpa terlihat ikut campur di negara mantan jajahan Prancis itu.

"Ini adalah kesempatan terakhir bagi sistem Libanon," katanya.

Pernyataan itu dilansir Macron setelah bertemu politisi papan atas Libanon saat bentrokan terjadi antara pasukan keamanan dan demonstran di Beirut.

Seorang demonstran mengangkat spanduk yang dialamatkan kepada Macron, "Jangan percaya dengan koruptor dan kriminal". (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT