02 September 2020, 08:02 WIB

Bawaslu Ungkap Kerawanan Pilkada 2020 yang Perlu Diwaspadai


Kautsar Bobi | Politik dan Hukum

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkapkan terdapat beberapa kerawanan dalam tahap pencalonan Pilkada Serentak 2020. Salah satu kerawanan muncul dari partai politik (parpol).

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menjelaskan adanya parpol yang mendaftarkan lebih dari satu pasangan calon (paslon). Selain itu, berkas pencalonan dan syarat pencalonan tidak lengkap.

"(Parpol) tidak transparan, akuntabel dalam verifikasi syarat, dualisme kepengurusan parpol, tidak menindaklanjuti masukan masyarakat, pendaftaran dilakukan pada akhir waktu pendaftaran menjadi pekerjaan yang tidak mudah di tengah waktu yang mepet," ujar pria yang akrab disapa Afif itu dalam keterangan tertulis di laman resmi bawaslu.go.id, Selasa (1/9).

Baca juga: 70 Pasangan Calon Perseorangan Bisa Mendaftar Pilkada 2020

Afif meminta penyelenggara pemilu di daerah mewaspadai modus-modus tersebut yang dilakukan oleh parpol. Terutama pendaftaran dilakukan di akhir waktu yang kerap terjadi.

"Seperti yang pernah terjadi di Surabaya dan Pacitan, ketika terdapat beberapa paslon mendaftar mendekati penutupan pendaftaran namanya hilang dari daftar," tuturnya.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu itu menyebut praktik itu hanya akal-akalan agar hanya ada calon tunggal. Hal itu harus benar-benar diwaspadai untuk menekan persoalan serupa terjadi kembali.

"Penyelenggara pemilu harus siap menghadapi segala macam kemungkinan yang akan terjadi," tuturnya.

Ia meminta jajaran Bawaslu di daerah untuk selalu berkoordinasi setiap saat dalam mengambil keputusan terkait permasalahan di lapangan. Serta melakukan penidakan sesuai dengan aturan yang ada.

"Jangan sampai salah dalam mengambil keputusan. Maka rajin koordinasi. Jika kurang jelas bisa bertanya kepada jajaran lainya," tandasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT