02 September 2020, 06:20 WIB

Pemenuhan Nutrisi Ibu untuk Cegah Stunting


(Ata/H-1) | Humaniora

PEMENUHAN gizi bagi setiap keluarga sangat penting untuk mencegah stunting (tengkes). Stunting terjadi bukan hanya karena minimnya pemenuhan gizi
setelah bayi lahir. Jauh dari itu, kebutuhan nutrisi ibu saat masa kehamilan menjadi faktor penting bagi pertumbuhan bayi.

“Nggak dilakukan inisiasi menyusui dini, anak nggak mendapatkan ASI eksklusif, ibunya percaya bahwa ASI saja nggak cukup, lalu ibunya nggak pede, dicampur makanan lain,
susu lain selain ASI. Ini yang membuat tumbuh kembang anak jadi terganggu. Konfi rmasi anaknya bisa stunting, dan risiko anak bisa terkena penyakit tidak menular,” ujar
ahli gizi Tan Shot Yen dalam webinar bertema ASI dan gizi seimbang dalam upaya penurunan stunting, kemarin.

Karena itu, penting bagi ibu memperhatikan asupan gizi selama masa kehamilan dan menyusui. Selanjutnya, setiap ibu juga harus menyadari bahwa pemberian air susu ibu
(ASI) eksklusif banyak bermanfaat bagi anak dan ibu.

Pasalnya, ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. “Bayi akan tehindar dari diare karena ASI steril, menyusui dapat melatih pancaindra bayi hingga di kemudian hari
anak memiliki kestabilan emosi,” jelas Tan

Pada kesempatan yang sama, Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Lenny N Rosalin,
mengatakan keluarga menjadi ujung tombak dalam melakukan langkah pencegahan stunting.

Menurut Lenny, saat ini ada 79,5 juta anak dari 81,2 juta keluarga. Dari jumlah itu, ada 10% anak yang konsumsi kalori hariannya kurang dari batas normal, yakni 1.400 kilo
kalori/ hari.

Sebab itu, Lenny meminta keterlibatan aktif masyarakat untuk melakukan pencegahan stunting mulai dari keluarga sendiri, seperti pemenuhan gizi dan pemberian ASI eksklusif.
(Ata/H-1)

BERITA TERKAIT