02 September 2020, 06:35 WIB

BPOM Segera Teken MoU Terkait Vaksin Sinopharm dengan UEA


Candra Yuri Nuralam | Humaniora

BADAN Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) berencana menandatangani kesepakatan MoU dengan Kementerian Kesehatan Uni Emirat Arab terkait kerja sama pengembangan vaksin Sinopharm-G42. Lobi-lobi antara BPOM dengan pemerintah Uni Emirat Arab berlangsung baik.

"Dalam kesimpulan ini juga kita akan mendorong investasi industri farmasi baik di Uni Emirat Arab dan Indonesia sebagai kerja sama bilateral," kata Kepala BPOM Penny K Lukito di Jakarta, Selasa (1/9).

Penny mengatakan kerja sama pembuatan vaksin itu sudah menemukan kesepakatan antara kedua belah pihak. Uni Emirat Arab bakal menyediakan 10 juta vaksin untuk Indonesia.

Baca juga: 2 Miliar Dosis Vaksin untuk Negara Miskin

Vaksin itu ditarget sudah ada pada akhir 2020. Kesepakatan ini disetujui setelah beberapa kali pertemuan antara BPOM dengan pemerintah Uni Emirat Arab.

Dalam perkembangannya, vaksin Sinopharm-G42 ini memperlihatkan kemajuan yang positif. Menurut Penny, vaksin ini terlihat menjanjikan untuk digunakan masyarakat Indonesia.

"Kami melihat uji klinis fase 3 vaksin dilakukan dengan sangat baik dan terorganisasi, banyak sekali aspek positif dengan partisipasi 22 ribu peserta dengan keberagaman kebangsaan, ada 119 kebangsaan yang sudah terlibat dalam uji klinis," ujar Penny.

Penny menilai kerja sama ini bukan hanya membuat Indonesia bebas dari virus korona. Jika berhasil, industri farmasi Indonesia bisa terdongkrak di kancah dunia.

"Setelah uji klinis fase 3 vaksin Sinopharm, dimungkinkan industri farmasi Indonesia menjadi bagian dari transfer teknologi produksi vaksin tersebut," tutur Penny. (OL-1)

BERITA TERKAIT