02 September 2020, 06:00 WIB

Sjogren’s Muncul di Atas Usia 40 Tahun


MI | Humaniora

SEBANYAK 9 dari 10 pasien sjogren’s syndrome (SS) merupakan perempuan dan muncul di usia 40 tahun ke atas. Penyakit autoimun itu sering kali tidak
terdiagnosis, tetapi ada kekhasan pola yang bisa dikenali.

“Awalnya pasien-pasien datang dengan keluhan mata yang kering sehingga harus selalu menggunakan tetes mata, kemudian ada pasien yang datang
dengan mulut kering atau ada pembesaran kelenjar,” ungkap dokter spesialis penyakit dalam dari Divisi Alergi Imunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/
RSCM/RSUI, Dr dr Alvina Widhani SpPD-KAI, dalam webinar, beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan ada berbagai faktor pencetus SS, antara lain kelainan genetik, lingkungan, hormon (defi siensi estrogen), dan stres kronik yang
bisa menyebabkan gangguan kekebalan tubuh.

Sindrom itu dinamakan dari seorang dokter bernama Henrik Sjogren. SS menyerang kelenjar air liur dan kelenjar air mata sehingga keluhannya yang dominan
ialah sensasi kering di mata, di mulut, dan di kulit.

Jika yang terasa kering di bagian mulut, kata Alvina, penderita SS akan kesulitan menelan makanan kering dan sensitif terhadap makanan pedas.

Terjadi juga perubahan pengecap dan karies pada gigi. Apabila terjadi pada mata, mata akan terasa terbakar, kering, gatal, dan/atau berpasir,
terutama setelah menggunakan komputer dalam jangka waktu yang lama.

Selain mulut dan mata, kekeringan bisa terjadi di kulit, hidung, rambut, bahkan di daerah kemaluan. Keluhan yang juga banyak disampaikan ialah nyeri sendi, mudah lelah, serta
gangguan pada pencernaan.

Untuk menegakkan diagnosis SS, dokter akan melakukan tes Schirmer, produksi air mata, tes produksi saliva dan pemeriksaan darah. Gejala SS yang tidak ditangani menyebabkan
gangguan penglihat an hingga kanker kelenjar getah bening. (*/H-2)

BERITA TERKAIT