02 September 2020, 06:40 WIB

Sektor Manufaktur Mulai Pulih


M Ilham Ramadhan | Ekonomi

SEKTOR industri manufaktur di Tanah Air menunjukkan geliat yang agresif di tengah tekanan dampak pandemi covid-19.

Hal itu tecermin dari Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Agustus yang berada pada level 50,8 atau menandakan sedang ekspansif karena melampaui ambang netral (50,0).

“Ini merupakan kabar gembira karena artinya salah satu indikator perekonomian kita mulai merangkak naik. Capaian ini harus kita jaga dan terus ditingkatkan dengan tetap fokus dan kerja keras dalam upaya pemulihan ekonomi nasional,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangan resmi di Jakarta, kemarin.

Namun, lanjut dia, aktivitas sektor industri harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami telah mewajibkan perusahaan industri untuk aktif melaporkan penerapan protokol kesehatan secara online melalui portal Sistem Informasi Industri Nasional (Siinas),” kata Menperin.

Menurut hasil survei, perusahaan manufaktur di Indonesia pada ­umumnya menyatakan bahwa output dan pertumbuhan penjualan yang kuat berasal dari pembukaan kembali ekonomi secara bertahap. Ini ditunjukkan oleh peningkatan permintaan klien, terutama didorong pasar domestik.

Selanjutnya, indeks manufaktur Indonesia pada bulan ke-8 memperlihatkan juga kepercayaan bisnis yang naik ke level tertinggi sejak Mei 2019. Hal ini karena perusahaan menyesuaikan diri dengan pelonggaran bertahap pada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terkait dengan penyebaran virus korona baru.

Lebih lanjut, Menperin memandang peningkatan level PMI Manufaktur Indonesia juga disokong oleh implementasi adaptasi kebiasaan baru yang secara bertahap meningkatkan kegiatan operasional sektor industri.

“Semenjak Indonesia masuk ke fase transisi, yaitu adaptasi kebiasaan baru, angka PMI kita terus mengalami peningkatan dari 39,1 pada Juni, kemudian 46,9 pada Juli, dan 50,8 pada Agustus,” imbuhnya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu berharap tren positif ini terus berlanjut ke depannya.

“Dengan kontribusi per kuartal II 2020 sebesar 20% terhadap PDB dan serapan tenaga kerja per Februari 2020 18,5 juta orang, sektor manufaktur memiliki peranan yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Dengan demikian, diharapkan tren pemulihan ini akan terus berlanjut ke depan,” ujar  Febrio.

Tertinggi di ASEAN

Kepala Ekonom IHS Markit Bernard Aw mengatakan data terbaru itu mengisyaratkan ekonomi akan bangkit lebih kuat setelah jatuh pada triwulan kedua. “Oleh karena itu, permintaan harus terus membaik dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, PMI Manufaktur Indonesia pada Agustus lebih unggul dari indeks manufaktur Malaysia yang tercatat di level 49,3. Kemudian, PMI manufaktur Thailand berada di angka 49,7.

Berikutnya, Filipina dan Vietnam mencatatkan penurunan indeks selama Agustus masing-masing di angka 47,3 dan 45,7. Sementara itu, Singapura berada di angka 43,0.

Pada kesempatan yang sama, PMI Manufaktur Korea Selatan menempati posisi 48,5 dan PMI manufaktur Jepang menyentuh angka 47,2 pada Agustus 2020. (Ant/E-1)

 

BERITA TERKAIT