02 September 2020, 05:30 WIB

Agar Kulit Tetap Sehat selama Pandemi


*/H-2 | Humaniora

PEMAKAIAN masker dan cairan pembersih tangan telah menjadi rutinitas baru saat pandemi covid-19 berlangsung. Hal itu menimbulkan masalah lain bagi kesehatan, khususnya pada kesehatan kulit.

“Dua masalah yang sering ditemukan ialah jerawat akibat penggunaan masker (mask acne) serta kulit kering dan iritasi akibat sering menggunakan hand sanitizer (hand dermatitis),” ungkap dr Sonia Hanifati SpDV dalam taklimat virtual media bertepatan dengan peresmian Bamed Health Care di Bekasi, Jawa Barat, Senin (24/8).

Mask acne muncul akibat pemilihan dan kebiasaan pemakai­an masker yang salah. Untuk mencegahnya, dokter Sonia membeberkan sejumlah kiat, yaitu pilihlah masker berbahan katun atau sutra, gantilah masker setiap 4 jam sekali, dan cucilah masker kain dengan deterjen tanpa pewangi atau pelembut.

Selanjutnya, aplikasikan make-up seminimal mungkin, terutama terkait dengan penggunaan cushion, BB cream, dan foundation. Lakukan double cleansing saat membersihkan make-up; serta gunakan produk perawatan kulit semi­nim mungkin. “Contohnya untuk kebutuhan sehari-hari, cukup menggunakan tabir surya dan pelembap wajah,” ucap Sonia.

Untuk mencegah iritasi pada tangan akibat penggunaan cairan pembersih tangan dan sabun antiseptik, Sonia me­nyarankan penggunaan pelembap dan mengurangi kontak berlebih dengan produk tersebut. “Utamakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” cetusnya.

Dokter Rizky Lendi Prayogo SpDV menambahkan, penting untuk membaca kandungan alkohol di dalam produk cairan pembersih tangan. “Gunakan hand sanitizer dengan kandungan etanol minimal 60% atau isopropanol minimal 70%,” katanya.

Jika ada masalah dengan kulit, lakukan konsultasi dengan dokter melalui telemedicine atau perjanjian temu langsung sesuai dengan kebutuhan. Hal yang sama juga berlaku untuk para ibu hamil. “Di masa pandemi ini, pemeriksaan trimester I dan II umumnya dapat ditunda atau dilakukan melalui telemedicine. Apabila terdapat tanda kegawatdaruratan, tatap muka harus dilakukan,” ucap dokter Upik Anggraheni, SpOG dari Bamed Women’s Clinic. (*/H-2)

BERITA TERKAIT