02 September 2020, 04:45 WIB

Putri Ayudya Katarsis dalam Mudik


Atalya Puspa | Humaniora

NAMA aktris Putri Ayudya, 32, disorot dalam perannya sebagai Aida di film Mudik yang mulai ditayangkan di Mola TV belakangan ini. 

Ia mengatakan awalnya ragu bisa memerankan sosok Aida tersebut. “Pas aku mendapatkan peran Aida, gila nih perasaan terpendam bisa diungkapkan lewat Aida,” jelas Putri dalam konferensi pers film Mudik yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Putri, karakter Aida merupakan gambaran mayoritas perempuan di Indonesia yang banyak dibebani dengan pencapaian-pencapaian tertentu.

“Aida ini kelihatan seperti perempuan yang cenderung memendam masalah dan berusaha menangani masalah sendiri,” kata Putri yang berpasangan dengan aktor Ibnu Jamil yang berperan sebagai Firman, suami Aida.

Putri mengatakan ia ditawari peran Aida kurang lebih setahun sebelum proses syuting dimulai. Putri yang dinominasikan dalam Piala Citra untuk pemeran utama wanita terbaik dalam FFI 2018 tersebut khawatir ia tidak dapat menyelami karakter Aida yang berbeda jauh dengan
dirinya. 

Ia pun berpikir lama sebelum akhirnya mengambil tawaran tersebut karena merasa Aida bisa membuatnya mampu meluapkan perasaan dan pemikiran yang terpendam. Menurutnya, akting bisa menjadi katarsis untuk menuangkan segala isi hati dengan bebas melalui karakter baru. 

“Walaupun Aida beda dengan aku yang pecicilan, tapi ada yang bisa diambil dari Aida,” ujar perempuan kelahiran 20 Mei 1988 tersebut.

“Perasaan yang terpendam selama ini bisa diungkapkan ke tokoh ini. Ini therapeutic juga buatku. Mudik ini juga merupakan spiritual journey-ku sebagai aktor, pribadi, dan dealing sama diri sendiri. Ada hal-hal yang bisa aku ambil dari diri sendiri untuk ditaruh ke Aida,” kata Putri.

Film Mudik bercerita tentang Aida dan suaminya, Firman, yang memutuskan mudik ke kampung halaman menjelang Lebaran, meski keduanya tengah berkonflik. Di tengah perjalanan, mereka mengalami sebuah peristiwa tragis yang mempertemukannya dengan Santi (Asmara Abigail), perempuan desa yang pada akhirnya justru mengubah pandangan hidup Aida dan Firman tentang rumah tangga
dan masa depan mereka.


Akting

Berakting bukan barang baru bagi Putri. Ia telah akrab dengan dunia teater dari SMA, bahkan hingga kuliah. 

Ia mendirikan Teater Psikologi yang disingkat Teko, bersama kawan-kawannya angkatan 2006 dan 2007 di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. “Saya cinta dengan teater,” kata Putri.

Setelah mengikuti kontes Wajah Femina dan Putri Indonesia, perempuan yang pernah mendaki Gunung Himalaya tersebut menjadi presenter Jejak Petualang pada 2010-2012 yang tayang di sebuah televisi swasata. 

Kemudian ia berperan dalam film televisi berjudul Pesan dari Samudera pada 2012. Putri memulai debut film layar lebar dalam Guru Bangsa: Tjokroaminoto yang tayang pada 2015. 

Dalam film yang disutradarai Garin Nugroho itu, ia berperan sebagai Soeharsikin dan beradu akting dengan Cristine Hakim, Reza Rahadian, Maia Estianty, hingga Chelsea Islan. Aktingnya dalam film tersebut juga membuat Putri dinominasikan dalam Piala Maya 2015 sebagai aktris pendatang baru terpilih. (Ant/H-3)

BERITA TERKAIT