01 September 2020, 23:35 WIB

Sport Science Tunjang Kesuksesan Prestasi Olahraga


Ghani Nurcahyadi | Olahraga

STAF Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga Mahfudin Nigara mengatakan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga (sport science) penting dalam menunjang prestasi oahraga di Indonesia.

Menurutnya, semua program latihan para atlet di Indonesia harus memiliki landasan sport science yang kuat. 

"Semua harus pakai data, termasuk sport science agar prestasi bisa terukur dan direncanakan dengan baik," ujar Nigara.dalam lokakarya (workshop) IPTEK Olahraga yang digelar Kemenpora dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (1/9).

Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya, Hari Setijono mengatakan, salah satu elemen sport science yang bisa diterapkan ialah teknologi Biomekanika untuk menganalisa kemampuan gerak. Kemudian, kajian sport medicine untuk mengakselerasi kemampuan fisiologi dan pemanfaatan instrumen tes yang tepat bagi atlet.

"Itu adalah beberapa isu penting yang harus menjadi perhatian kita. Para pemangku kepentingan olahraga di Indonesia. Agar teori-teori tersebut tidak hanya berhenti di lemari akademik dan usang begitu saja. Tetapi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas," ujar Hari.

Ia menegaskan, sport science harus diterapkan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga karena sport science mampu memprediksi dan membandingkan hasil dari tes yang dilakukan.

"Jangan terbalik, tes dulu baru menyusun program, selama ini masih menyusun program didahulukan baru tes, jadi tidak tepat," ucapnya.

Selain itu, sport science mampu memonitor hasil pelatihan yang telah dilakukan. Di sisi lain juga dapat digunakan sebagai penentu keputusan.Sport Science juga dapat dipakai untuk melakukan identifikasi bakat dan penentuan sasaran, serta sebagai bahan untuk memberikan motivasi.

Baca juga : Audisi Jadi Fondasi Penting Pembinaan

"Sport science dapat memonitor kenaikan dan penurunan performa atlet, memutuskan promosi dan degradasi berbasis data, dan dengan identifikasi tertentu dapat menentukan cabor yang tepat. Yang penting lagi adalah harus ada pemahaman yang sama, kalau pelatih tidak paham atau atlet tidak paham akan terjadi ketidaknyambungan dan akan menjadi lama berkembang," tuturnya.

Penelitian juga sangat diperlukan untuk pengembangan sport science dan kolaborasi dari berbagai lembaga peneliti sehingga secepatnya dapat diterapkan dengan tepat.

"LIPI banyak melakukan penelitian, termasuk bidang sport science, banyak dana di berbagai lembaga peneliti yang bisa dikerjasamakan, bisa dijajaki oleh Kemenpora," kata Kadek Heri Sanjaya, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dosen Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Jakarta, Octavianus Matakupan mengatakan, diperlukan komitmen dari pemerintah, karena sebenarnya sport science sudah dibicarakan sejak era tahun 1980, bahkan sempat menggema di 1990, namun masih bersifat isu sporadis.

"Sport science sebanarnya sudah ada sejak 1980, tetapi sebatas heboh jika ada kegagalan prestasi lalu dianggap penting harus ada peran sport science," katanya.

Lebih jauh diperlukan keberlangsungan, penerapan yang terus menerus, hanya dengan kesinambungan hasil prestasi yang meningkat dapat diperoleh.

"Kata kuncinya, jangan berhenti, ada komitmen pemerintah untuk kontinuitas, hanya dengan menjaga penerapan secara terus menerus akan ada hasil. Saya melihat hasil Asian Games, SEA Games yang lalu bagus karena ada beberapa cabor yang kontinyu menerapkan sport science," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT