02 September 2020, 03:15 WIB

Keterlibatan Sipil Ditelusuri


Rahmatul Fajri | Megapolitan

KEPALA Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya tengah mendalami adanya keterlibatan masyarakat sipil di balik penyerangan Polsek Ciracas. Hingga kini pihak kepolisian masih mendalami insiden tersebut.

“Untuk dari Polda, kita masih terus mendalami apakah mungkin ada keterlibatan orang sipil di sini. Nanti ada domainnya Polda Metro Jaya. Kita tunggu saja dulu,” kata Yusri di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan pihaknya bersama TNI sejauh ini masih mendata kerugian akibat penyerangan itu.

Selain itu, mengenai korban masih dirawat di rumah sakit, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“(Kerugian) masih dilakukan penyelidikan. Masih didata semuanya sama tim terpadu ini,” ungkap Yusri.

Sebelumnya, Polsek Ciracas diserang sejumlah orang yang diduga oknum TNI, Sabtu (29/8) dini hari. Para oknum itu nekat menyerang kantor polisi karena terprovokasi berita hoaks.

Hoaks itu dipicu Prajurit Dua (Prada) MI yang mengaku dikeroyok orang tidak dikenal.

Dia kemudian menginformasikan hal itu ke rekan-rekannya sesama anggota TNI.

Padahal, hasil penyelidikan pihak kepolisian menyimpulkan jika anggota TNI itu masuk ke rumah sakit karena kecelakaan lalu lintas tunggal, bukan dikeroyok.

Atas insiden ini, pihak TNIAD sudah menyampaikan permohonan maaf ke Polri dan masyarakat atas aksi oknumnya. TNI juga bersikap tegas memproses, bahkan memecat puluhan oknum TNI yang terlibat dalam insiden itu.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan masih mencari apa motif Prada MI mengirim berita bohong kepada rekan-rekannya.

Namun ia menegaskan tidak ada toleransi terhadap aksi tersebut. (Faj/J-1)

BERITA TERKAIT