01 September 2020, 22:20 WIB

BPOM Rampungkan Peta Jalan Pengembangan Vaksin Covid-19


Andhika Prasetyo | Humaniora

INDONESIA terus berupaya mengembangkan vaksin covid-19 baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan negara lain.

Di Tanah Air, pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi bersama Lembaga Eijkman sudah memasuki proses uji klinis tahap tiga.

Badan Pengawas Obat dan Makanan pun telah membuat peta jalan tahapan pengembangan vaksin mulai dari prakliniks, klinis dan mutu dari vaksin yang dibuat.

"Road map ini telah kami sampaikan kepada Bapak Menristek dan akan ditindaklanjuti dengan FGD bersama stakeholder terkait. Kita harap tahapan pengembagan vaksin ini akan sesuai tepat waktu dan mulai berproduksi pada 2021," ujar Kepala BPOM Penny Lukito di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/9).

Menyadari bahwa vaksin dalam negeri masih membutuhkan waktu yang cukup panjang, pemerintah pun menjalin kerja sama dengan sejumlah negara dalam upaya memperoleh vaksin lebih cepat

Pada 21 Agustus lalu, telah terjalin kesepakatan antara Menteri Luar Negeri serta Menteri BUMN Reoublik Indonesia dan otoritas Uni Emirat Arab (UAE).

Baca juga : Tingkat Kesembuhan Covid-19 Indonesia Lebihi Rerata Dunia

Melalui kesepakatan itu, UEA berkomitmen menyediakan 10 juta vaksin covid-19 untuk Indonesia pada akhir 2020.

"Kami mendapat kesempatan untuk memonitor uji klinis fase tiga yang sedang mereka lakukan. Semua dilakukan dengan sangat baik dan terorganisir," tutur Penny.

Ia menyampaikan beberapa aspek positif dari uji klinis tahap tiga yang dijalankan UEA. Pertama adalah partisipasi yang mencapai 22.000 peserta dengan keberagaman kebangsaan.

"Karena UEA adalah negara melting pot jadi ada 119 kebangsaan yang terlibat dalam uji klinis. Keragaman populasi ini akan menghasilkan uji klinis yang valid," ucapnya.

Kedua, proses tersebut juga melibatkan begitu banyak tenaga kesehatan yakni 100 dokter dan 1.000 perawat.

"Kandidat vaksin ini juga telah mendapatkan izin penggunaan emergency dari national medicine product administration. Izin itu didapat berdasarkan hasil uji klinis fase pertama dan kedua. Ini juga telah mendapat sertifikat halal," papar Penny. (OL-7)

BERITA TERKAIT