02 September 2020, 01:15 WIB

Indonesia Hasilkan 4 Resolusi Perdamaian


MI | Internasional

INDONESIA telah melaksanakan tugas sebagai Presidensi Dewan Keamanan (DK) PBB selama Agustus 2020. 

Di bawah Presidensi Indonesia, DK PBB berhasil melaksanakan total 50 kegiatan berformat virtual dan pertemuan langsung, termasuk mengesahkan empat resolusi perdamaian dunia. 

Indonesia juga telah memimpin 12 pertemuan terbuka, 12 pertemuan tertutup, 5 agenda tambahan, dan 12 pertemuan Badan Subsider DK PBB. Di samping itu, DK PBB juga menghasilkan 4 resolusi dan 3 pernyataan pers.

Presidensi Indonesia telah menyelenggarakan tiga signature events, yakni Menlu Luar Negeri memimpin dua pertemuan HighLevel Open Debate tentang prakarsa Indonesia mengenai pembangunan perdamaian dalam masa pandemi serta keterkaitan antara terorisme dan kejahatan terorganisasi.

Di samping itu, Indonesia juga telah menyelenggarakan pertemuan Arria Formula mengenai serangan siber terhadap infrastruktur vital.

“Ada empat resolusi, yaitu resolusi perpanjangan mandat misi pemeliharaan perdamaian di Libanon (UNIFIL), resolusi perpanjangan mandat misi pemeliharaan perdamaian di Somalia (UNSOM), re solusi perpanjangan sanksi di Mali dan resolusi tentang personel penjaga perdamaian perempuan yang diprakarsai Indonesia,” ungkap Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataannya, kemarin.

Resolusi DK PBB mengenai personel penjaga perdamaian perempuan merupakan resolusi pertama dalam sejarah diplomasi Indonesia di DK PBB dan disponsori 97 negara anggota PBB, termasuk seluruh negara anggota DK PBB.

Di samping itu, satu resolusi usulan Indonesia mengenai penanggulangan terorisme juga telah mendapat dukungan 14 negara anggota DK PBB, tetapi tidak dapat disahkan karena veto oleh satu negara. 

Seluruh negara anggota DK PBB menyesalkan penggunaan veto terhadap resolusi itu. Indonesia juga memprakarsai dan memimpin berbagai pertemuan penting lainnya seperti breakfast meeting dan Sofa Talks dengan para Dubes DK PBB di Kantor Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York, pertemuan dengan Sekjen PBB, briefing kepada anggota PBB di awal dan akhir Presidensi, serta briefing kepada LSM dan media yang khusus meliput PBB.

Selama memegang presidensi, Indonesia terus berupaya memainkan peran sebagai penghubung, ber kontribusi bagi perdamaian dunia di tengah pandemi dan menjaga prinsip-prinsip hukum internasional. (Van/X-11)

BERITA TERKAIT