01 September 2020, 20:09 WIB

Penggunaan Kartu Tani di Kabupaten Sukabumi Kabarnya Ditunda


Benny Bastiandy | Nusantara

PENGGUNAAN Kartu Tani di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang rencananya bisa dilaksanakan per 1 September 2020, kabarnya ditunda sementara waktu. Dinas Pertanian setempat pun belum mengetahui alasan penundaan tersebut karena secara formal belum mendapatkan surat dari Kementerian Pertanian.

"Hari ini, sebenarnya Kartu Tani sudah bisa digunakan petani untuk menebus pupuk subsidi di tiap toko atau distributor," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, kepada wartawan, Selasa (1/9).

Di Kabupaten Sukabumi sendiri, pendistribusian Kartu Tani bekerja sama dengan pihak perbankan. Dengan Kartu Tani, para petani diharapkan bisa lebih mudah membeli pupuk urea ataupun NPK bersubsidi. Pendistribusian Kartu Tani merupakan kerja sama Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian dengan Bank Mandiri. Penerbitan Kartu Tani diperkuat SK Dirjen PSP Kementerian Pertanian Nomor 491/2020 tentang Kewajiban Implementasi Kartu Tani dan Kewajiban Penagihan Subsidi Pupuk melalui Dashboard Bank Mandiri mulai 1 September 2020.

Di Kabupaten Sukabumi, Kepala Dinas Pertanian setempat menerbitkan SK tentang pelaksanaan penggunaan Kartu Tani di tiap distributor maupun kios pupuk yang ditunjuk pemerintah.

"Informasinya memang ada penundaan sementara penggunaan Kartu Tani. Tapi hingga saat ini kami belum mendapat informasi resmi dari Kementerian Pertanian," tandas Sudrajat.

Sementara di Kecamatan Cisaat, penundaan pengunaan Kartu Tani setidaknya memberikan ruang bagi para petani untuk mendapatkannya. Sebab, hingga saat ini belum semua petani mendapatkan Kartu Tani.

"Kalau saya pribadi bersyukur kalau ada penundaan sementara pelaksanaannya. Ini untuk menghindari kecemburuan antarpetani. Soalnya, di Kecamatan Cisaat, Kartu Tani baru diterima sebagian oleh petani," kata Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Cisaat, Susilowati.

Di Kecamatan Cisaat terdapat 543 petani dari total 1.746 petani yang diusulkan mendapatkan Kartu Tani. Saat ini baru 73 orang yang sudah menerimanya dari 173 Kartu Tani yang sudah dicetak pihak perbankan.

"Insya Allah, minggu depan sebanyak 443 Kartu Tani yang sudah dicetak pihak bank akan dibagikan lagi ke petani," terang Susilowati.

baca juga: Kartu Tani untuk Kabupaten Malang Ditunda Lagi

Susilowati mengaku setelah terbitnya SK Dirjen PSP Kementan Nomor 491 dan SK Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, jajaran BPP langsung mengadakan rapat dengan kelompok tani, distributor dan kios pupuk, serta Muspika Kecamatan Cisaat terkait rencana penggunaan Kartu Tani. Pada September 2020 pembelian pupuk subsidi oleh petani diprediksi bakal sedikit. Tapi permintaan pupuk diprediksi akan meningkat terjadi pada musim tanam II sekitar Oktober 2020.

"Yang sekarang bingung itu para pemilik kios pupuk bersubdisi karena informasi penundaan ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah," tandasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT