01 September 2020, 19:54 WIB

Pemkab Malang Pacu Ekspor Kentang ke Jepang dan Taiwan


Bagus Suryo | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Malang, Jawa Timur memacu ekspor hasil pertanian setelah panen raya kentang di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, menuai hasil positif.

"Sekarang, petani Desa Ngantru memang belum ekspor. Ke depannya harus meningkatkan produksi agar bisa memenuhi permintaan dari luar negeri," tegas Bupati Malang Muhammad Sanusi, Selasa (1/9).

Ia menjelaskan panen raya kentang di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, seluas 25 hektare. Satu ha lahan menghasilkan rata-rata 20 ton. Dengan harga kentang Rp10 ribu per kg, petani meraup Rp10 juta per ha. Selain mendapatkan hasil dari kentang, sebanyak 125 petani yang panen raya itu juga mendapatkan hasil dari budi daya hortikultura diantaranya cabai dan bawang merah.

Karena itu pertanian sangat potensial dan menguntungkan bagi warga desa setempat. Terbukti, selama masa wabah virus korona baru (covid-19), pertanian paling tangguh dan tumbuh positif. Ke depan, kata Sanusi, petani kentang di Desa Ngantru harus memenuhi pasar luar negeri seperti yang sudah dilakukan oleh petani di Kecamatan Poncokusumo.

baca juga: UMKM Mendong Tasikmalaya Kembali Ekspor ke AS

"Petani Poncokusumo, Bu Purwati, ekspor kentang ke Taiwan dan Jepang, rutin mengirim tiga kontainer," imbuhnya.

Selain kentang, Kabupaten Malang juga ekspor kopi, ikan tuna dan produk kayu. Selama ini, pertumbuhan ekspor produk pertanian cukup positif. Adapun untuk memenuhi permintaan kopi di pasar dunia, petani meluaskan lahan semula 14.947,5 ha menjadi 15.086 ha. Produksi kopi robusta pun meningkat menjadi 10.284 ton dari semula 9.613,24 ton.(OL-3)

BERITA TERKAIT