01 September 2020, 18:36 WIB

Wisatawan Timor Leste Masuk Indonesia Lewat Pintu Tidak Resmi


Palce Amalo | Nusantara

LEWAT Big Data Mobile Positioning Data (MPD), Badan Pusat Statistik (BPS) mendeteksi 20 wisatawan asal Timor Leste berada di wilayah Indonesia selama Juli 2020. Rata-rata menginap puluhan wisatawan itu selama 4,25 hari. 

"Wisatawan mancanegara itu terdeteksi dari hpnya, barangkali dari pintu yang lain," kata Kepala BPS Nusa Tenggara Timur (NTT) Darwis Sitorus dalam jumpa pers di Kupang, Selasa (1/9).

Pasalnya sejak April sampai awal September 2020, tidak ada wisatawan mancanegara yang masuk ke wilayah Indonesia lewat pintu perlintasan resmi di Atambua, Kabupaten Belu, akibat dari penutupan pos lintas batas terkait pandemi korona.

Sementara itu wisatawan nusantara yang masuk ke NTT selama Juli 2020 sebanyak 13.229 orang dengan rata-rata menginap selama 1,52 hari. Menurut Darwis, kunjungan wisatawan mancanegara tersebut mengindikasikan masyarakat sudah mulai bergerak namun tetap menjalankan protokol kesehatan. Adapun tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di NTT terus membaik. Pada Mei 2020 TPK hotel 11,57%, namun pada Juni naik menjadi 19,69% dan naik lagi menjadi 27.15% pada Juli 2020.

baca juga: Warga Tengger Desa Ngadas Belum Siap Terima Wisatawan

Sementara itu pada Agustus 2020, tiga kota di NTT mengalami deflasi sebesr 0,71% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 102,82. Kota Kupang mengalami deflasi 0,92%, Kota Maumere mengalami inflasi 0,71% dan Kota Waingapu deflasi sebesar 0,48%.

Menurutnya, deflasi Agustus 2020 terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada tujuh dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik sebesar 2,19%. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT