01 September 2020, 18:15 WIB

Karhutla di Sumsel Bermunculan


Dwi Apriani | Nusantara

BERDASAR hasil pantauan titik panas di Sumatera Selatan pada Selasa (1/9) tercatat ada 31 titik. Puluhan titrik api itu muncul di Banyuasin 5 titik, Empat Lawang 2 titik, Muara Enim 3 orang, Musi Rawas 3 orang, Muratara 8 titik, Ogan Ilir 4 titik, OKU 2 titik, OKU Selatan 1 titik, Palembang 2 titik, dan Pali 1 titik.

Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori menyebutkan kebakaran lahan di Sumsel terjadi karena sudah masuk musim kemarau sehingga area lahan kerap kering dan mudah terjadi karhutla. Di Pali, terjadi karhutla di wilayah Babat yang berbatasan dengan Desa Sungai Langan Kecamatan Penukal. Kebakaran terjadi di area tanah mineral yakni perkebunan karet seluas satu hektare.

"Sekarang sudah padam karena tim pemadam karhutla sudah langsung melakukan pemadaman," kata Ansori.

Di Pali juga terjadi karhutla di Desa Lubuk Tampui, Kecamatan Penukal Utara. Luas lahan terbakar juga sekitar satu hektare, dimana kebakaran terjadi pada semak belukar dan serbuk kayu.

Kebakaran lahan juga terjadi di Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat. Hingga saat ini tim di lapangan masih melakukan pemadaman. Kebakaran lahan juga terjadi di Desa Petar Dalam, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim. Kebakaran di tanah mineral dengan vegetasi semak belukar seluas satu hektare.

Diakui Ansori, sejauh ini karhutla telah terjadi di Banyuasin, Ogan Ilir, Pali, Musi Banyuasin, dan Muara Enim. Pihaknya berharap agar di musim kemarau ini semua daerah yang rentan terbakar agar memaksimalkan upaya pencegahan karhutla.

"Kita harus berhati-hati kerena beberapa daerah di Sumsel mulai kekeringan dan jika sudah terjadi kebakaran lahan, apalagi di lahan gambut, akan sulit dipadamkan," jelasnya.

Ansori menerangkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2020 sudah terjadi kebakaran lahan di Sumsel seluas 95,5 hektar dengan 523 kali kejadian.

Hingga kini, tim di lapangan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api dan sebagainya sudah bersatu padu melakukan upaya pemadaman karhutla. Hal itu sejalan dengan status tanggap darurat bencana asap akibat karhutla yang dikeluarkan Gubernur Sumsel sejak 20 Mei 2020 hingga 31 Oktober 2020 mendatang. (R-1)

BERITA TERKAIT