01 September 2020, 15:35 WIB

Tarif Tol Cikampek-Purbaleunyi Naik Per 5 September 2020


Bayu Anggoro | Nusantara

PEMERINTAH berencana menaikkan tarif jalan tol pada ruas Cikampek-Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi). Kenaikkan tarir tol akan dimulai pada 5 September mendatang, terutama untuk golongan I atau kendaraan pribadi. Plh. anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, M Nurdin menyampaikan kenaikan tarif tersebut sesuai dengan peraturan pemerintah dan undang-undang yang membolehkankenaikan tarif sesuai laju inflasi di daerah bersangkutan.

Dia menyebut, selama dua tahun terakhir ini pemerintah belum menaikkan tarif tol di ruas tersebut. 

"Ini sesuai amanat Undang-undang Jalan 38 Tahun 2004," kata Nurdin,  Selasa (1/9).

Meski begitu, dia memastikan kenaikkan di ruas Jalan Tol Cikampek-Purbaleunyi ini tidak terlalu besar. Padahal, menurutnya laju inflasi di Bandung saat ini yang menjadi daerah acuan sebesar 6,64%. Bahkan, dia memastikan kendaraan besar yang termasuk dalam golongan III-V tidak mengalami kenaikkan. 

"Justru tarifnya diturunkan," ujarnya.

Hal ini dilakukan agar tidak berdampak terhadap naiknya ongkos logistik yang dikhawatirkan juga berdampak terhadap harga-harga lainnya. Sebagai contoh, tarif lama (2018) Dawuan-Padalarang sebesar Rp27.000 (golongan I), Rp40.500 (golongan II), Rp53.500 (golongan III), Rp67.000 (golongan IV), dan Rp80.500 (golongan V).

Sesudah dinaikkan, kini tarifnya menjadi Rp28.500 (golongan I), Rp48.500 (golongan II), Rp48.500 (golongan III), Rp70.000 (golongan IV), dan Rp70.000 (golongan V). Lebih lanjut dia katakan, kenaikkan tarif jalan tol Cikampek-Purbaleunyi ini sudah disetujui pemerintah.Bahkan, menurut dia surat keputusannya sudah ditandatangani Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

"Kenaikkan tarif ini juga diikuti dengan perbaikan-perbaikan layanan di jalan tol. Karena sesuai aturan, untuk menaikkan tarif ini SPM-nya harus sudah dipenuhi," katanya.

baca juga: Dukung Pariwisata, Bus Koridor Tirtonadi-Sumber Lawang Diluncurkan

Jasamarga Metropolitan Tollroad Divition Head, Reza Febriano, memastikan pihaknya sudah meningkatkan mutu layanan di jalan tol ruas tersebut. Beberapa di antaranya seperti meningkatkan kemantapan jalan, menambah gardu tol untuk meminimalisasi kemacetan, dan memperbanyak rambu-rambu lalu lintas.

Tak hanya itu, kini di setiap kilometer ruas jalan tol tersebut dipasang kamera pengawas (CCTV). 

"Sekarang lubang-lubang jalan relatif lebih baik. Kekerasan jalan merata, pelebaran ramp, penguatan jembatan dan lereng, secara periodik terus kami lakukan," katanya.

Untuk meningkatkan keamanan, pihaknya pun memasang roller barrier  terutama di lokasi yang rawan kecelakaan. 

"Seperti di km 118 Cipularang. Di situ kan rawan," katanya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT