01 September 2020, 15:27 WIB

Pupuk Bersubsidi di Bengkulu Langka


Marliansyah | Nusantara

MEMASUKI musim tanam padi di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, pupuk bersubsidi langka sehingga petani kesulitan untuk bertanam. Petani kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi disaat masuk musim tanam pada Agustus hingga awal September 2020. Para petani kesulitan untuk memupuk tanaman padi.Harianto, 39, seorang  petani sawah di Desa Tungkal, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu mengatakan setiap masuk musim tanam di Kabupaten Bengkulu Selatan, seperti sudah menjadi tradisi, pupuk bersubsidi sulit ditemukan.

"Jika harus membeli pupuk non subsidi, harganya mahal sehingga petani kesulitan untuk memupuk tanaman padi dan akibatnya tanaman padi kekurangan pupuk maka hasil panen tidak akan maksimal," kata Harianto, Selasa (1/9).

Saat ini, lanjut dia, petani berharap ada kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, agar pupuk bersubsidi tidak langka.Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Silustero di Bengkulu mengatakan, terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut diduga kuat ada mafia permainan pupuk sehingga harus diberantas.
     
"Keberadaan mafia pupuk bersubsidi ini kerap mengurangi jatah pupuk petani sehingga berimbas menurunnya jumlah produksi pangan," imbuhnya.

baca juga: Pupuk Subsidi Habis di Kabupaten Malang

Saat ini, kata dia, Pemkab bersama penegak hukum akan menindak tegas para mafia pupuk dengan penjarakan mereka.Pemkab sudah mengambil tindakan dan memiliki cara untuk memberantas mafia pupuk kabupaten tersebut. Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, sudah menerima informasi pupuk dari daerah tersebut dijual ke kabupaten lain. Untuk itu, Pemkab berharap agar dapat dilakukan pemantauan bersama mulai dari kapan masuknya pupuk di kios atau depot pupuk, pendistribusiannya dan penyalurannya ditingkat petani. (OL-3)

BERITA TERKAIT