01 September 2020, 15:18 WIB

Rumah Sehat di JSC Palembang Tidak Lagi Melayani Pasien Covid-19


Dwi Apriani | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan dengan resmi telah menutup rumah sehat covid-19 di Jakabaring Sport City (JSC), Selasa (1/9). Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Nomor 044/SE/Dinkes/2020 yang ditandatangani Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya.

Mawardi Yahya mengatakan operasional Rumah Sehat Covid-19 selama ini berjalan baik dan sudah ada ribuan pasien baik ODP maupun PDP yang dirawat di rumah karantina tersebut. Sepanjang beroperasional, rumah karantina ini sudah merawat 4.000 pasien. 

"Rumah sehat Covid-19 ini resmi ditutup. Rumah sehat ini merupakan one stop center, selain poliklinik dan skrining tes. Sekitar 4.000 pasien sudah dirawat di rumah sehat ini," kata Mawardi Yahya, Selasa (1/9).

Ia mengatakan, dari 4000 pasien tersebut, 801 pasien diisolasi karena positif covid-19. Dengan menurunnya jumlah pasien yang terpapar covid-19, dan rumah sakit rujukan di kabupaten dan kota sudah mampu menangani pasien cobid, maka fungsi Rumah Sehat Covid-19 di JSC dihentikan sementara.

Mawardi menerangkan, di rumah sehat tersebut ada 249 orang tenaga medis atau tenaga keseatan yang bertugas.

"Rumah sehat ini sudah beroperasi selama 5 bulan. Ada 249 tenaga medis yang membantu di rumah sehat ini. Tak terbalaskan jasa mereka yang telah menjadi bagian ikut memutuskan rantai penularan covid-19. Mereka bekerja dengan tulus, ikhlas dan profesional," jelasnya.

Adapun 249 tenaga medis tersebut terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, analis, apoteker, tenaga kesling, promkes, pengolah limbah, tenaga gizi, dan lainnya yang telah bersatu padu menjadi satu layanan memenuhi standard pelayanan.

Mawardi meminta kepada OPD tetkait agar dapat memberikan perhatian khusus kepada para tenaga medis yang sudah menyumbangkan tenaga pikiran dan waktunya dalam menangani Covid-19.

baca juga: Kasus Covid-19 di Klaten Meledak, Pasien Positif Tambah 46 Orang

Sementara itu, Ketua Harian Rumah Sehat Covid-19 Jakabaring, Aufa Syahrizal menambahkan saat ini masyarakat dapat menjalani isolasi madiri di rumah masing-masing. Sebab Rumah Sehat Covid-19 yang telah beroperasi sejak Maret ini hanya membantu masyarakat yang dinyatakan ODP, PDP atau positif dalam menjalani isolasi.

"Jadi sesuai dengan surat edaran dari Gubernur Sumsel maka per 31 Agustus,fungsi dari rumah sehat untuk sementara dihentikan. Bukan berarti pemerintah lepas tangan untuk menangani covid 19, akan tetapi prinsipnya rumah sehat ini hanya membantu rumah sakit. Sekarang rumah sakit yang menjadi rujukan sudah siap untuk menampung dan menangani pasien covid 19," pungkasnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT