01 September 2020, 14:24 WIB

Dibekukan, Jouska Dapat Saran dari OJK


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

CHIEF Executive Officer (CEO) PT Jouska Financial Indonesia (Jouska) Aakar Abyasa Fidzuno mengaku izin operasional pihaknya masih dibekukan oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal ini terkait laporan masyarakat yang merasa dirugikan dengan layanan perusahaan yang mengklaim sebagai perencana dan konsultan keuangan itu.

Baca juga: ESDM: SPBKLU Dibuat untuk Penukaran Baterai Bermotor Listrik

Aakar mengatakan, saat beraudiensi dengan DPM 3 OJK atau Departemen Pengawasan PM 2A, Jouska menerima saran atas pembekuan operasional pihaknya.

"Kami menerima tiga saran. Pertama Jouska tidak memerlukan izin dari OJK selama jouska tidak jual produk2 efek," kata Aakar dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/9).

Aakar menambahkan, saran kedua yang diberikan OJK ialah Jouska memerlukan lisensi sebagai agen penjual produk efek jika bergerak dibidang saham.

Saran terakhir, ungkapnya, Jouska bisa memenuhi izin sebagai penasehat investasi jika ingin melakukan kegiatan penasehat investasi.

"Kami belum ada gambaran ke depan seperti apa. Sekarang posisi Jouska diberhentikan sementara oleh SWI. Sampai sekaran kami belum menerima panggilan resmi dari OJK karena sebagai finansial planner memang tidak terdaftar di bawah OJK," jelas Aakar.

Baca juga: Kementan Kawal Kabupaten Kuningan Kembangkan Tanaman Porang

Ia menerangkan, sejauh ini ada 63 klien Jouska yang mengajukan keluhan kepada Jouska dari 328 klien yang mengembangkan portofolio saham baik secara mandiri maupun lewat bantuan para broker saham di Mahesa.

Persentase klien yang mengajukan komplain tidak sampai 5 persen alias dari jumlah klien aktif Jouska sejak awal 2020 yang sudah mencapai 1.700 klien. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT