01 September 2020, 14:06 WIB

Pupuk Subsidi Habis di Kabupaten Malang


Bagus Suryo | Nusantara

PUPUK bersubsidi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, sudah menipis, bahkan di beberapa kecamatan hampir habis. Padahal proyeksi musim tanam mulai September ini sesuai kebutuhan dipatok 43.073,10 ton di 33 kecamatan.

"Sisa stok pupuk subsidi menipis namun ada solusi. Ada realokasi tetapi surat keputusan realokasi belum selesai atau masih dalam proses," tegas Kepala Seksi Pupuk Pestisida dan Alsintan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pemkab Malang Suwaji kepada mediaindonesia.com, Selasa (1/9).

Ia menjelaskan sesuai daftar rekapitulasi alokasi dan realisasi pupuk, terakhir pada Juli. Dari data itu, pupuk urea Januari-Desember 2020 tersisa 10.479,95 ton. Adapun kebutuhan urea September-Desember sebanyak 34.453 ton. Dengan demikian, kondisi riil pupuk menipis dan hampir habis. Kondisi itu memaksa Pemerintah Kabupaten Malang mengajukan penambahan alokasi pupuk bersubsidi ke Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Pemerintah Jawa Timur.

baca juga: Cegah Kelangkaan, Klaten Ajukan Tambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi 

Usulan penambahan urea 8.617,1 ton, ZA 24.235,59 ton dan SP36 2.553,14 ton. Tambahan itu diharapkan mengubah alokasi urea jadi 34.456 ton, ZA 23.702 ton, SP36 4.668 ton, Phonska 43.341 ton dan organik 20.881 ton.Akan tetapi permohonan penambahan alokasi pupuk subsidi sejak Juni 2020 lalu itu belum disetujui oleh Pemprov Jatim. Padahal asosiasi distributor pupuk subsidi Malang raya sudah mengingatkan, pupuk subsidi diambang terjadi kelangkaan.(OL-3)


 

BERITA TERKAIT