01 September 2020, 13:40 WIB

Presiden: Terus Hati-hati Sebelum Ada Vaksin


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo meminta seluruh gubernur di Tanah Air untuk memainkan gas dan rem secara sangat hati-hati sebelum vaksin covid-19 tersedia.

Data dan fakta di lapangan serta berbagai masukan dari para ahli harus dijadikan rujukan bagi seluruh kepala daerah dalam menjalankan kebijakan agar penularan kasus tidak melonjak.

"Apabila kasus tidak ditekan dengan cepat, ketidakpastian akan semakin tinggi yang membuat masyarakat kembali diliputi rasa tidak aman. Jika itu terjadi dunia usaha tidak akan bergerak, akibatnya, ekonomi kita tidak cepat pulih," ujar Presiden saat memimpin rapat terbatas secara virtual, Selasa (1/9).

Saat ini, Indonesia masih harus berjuang memperebutkan vaksin yang jumlahnya masih sangat terbatas. "Saya juga ingin menyampaikan upaya kita dalam percepatan pengujian dan pengadaan vaksin, untuk jangka pendek ini kita berebutan," imbuh Presiden.

Sejauh ini, beberapa negara seperti Tiongkok dan Uni Emirat Arab telah menyampaikan komitmen untuk menyediakan vaksin kepada Indonesia dengan total 30 juta dosis dalam bentuk jadi. Vaksin tersebut akan diberikan hingga akhir 2020.

Adapun, sampai akhir 2021, Indonesia diharapkan akan memperoleh jatah 290 juta vaksin. "Karena jangkanya masih panjang, saya minta para gubernur tetap fokus pada pengendalian covid-19. Kita harus memperkuat ketahanan kita, endurance kita sampai seluruh rakyat kita vaksin semua," tuturnya.

Adapun, vaksin Merah Putih temuan anak bangsa diproyeksikan bisa mulai memasuki tahap produksi pada pertengahan 2021. (P-2)

BERITA TERKAIT