01 September 2020, 12:31 WIB

Masuk Semester Baru, Sekolah di Inggris Dibuka Kembali


Basuki Eka Purnama | Internasional

SEKOLAH-SEKOLAH di Inggris dan Wales, Selasa (1/9), akhirnya dibuka kembali untuk semua siswa untuk periode semester baru.

Sebelumnya, pandemi covid-19 memaksa pemerintah menutup sekolah yang menyebabkan ujian dibatalkan dan membuat nilai siswa menjadi berantakan.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berjanji membuka kembali aktivitas sekolah sebelum liburan musim panas. Namun, terpaksa mengesampingkan rencana tersebut.

Baca juga: Australia Laporkan Tambahan 70 Kasus Covid-19 dalam 24 Jam

Akibatnya, Johnson dikritik atas upaya penanganan kegiatan pendidikan selama krisis.

Departemen Pendidikan mengatakan sistem kontrol akan diterapkan untuk menjaga siswa dan guru tetap aman. Penerapan jaga jarak juga dilakukan jika memungkinkan.

"Saya tidak meremehkan betapa menantangnya beberapa bulan terakhir ini, tetapi saya tahu betapa pentingnya bagi anak-anak untuk kembali ke sekolah, tidak hanya untuk pendidikan mereka tetapi juga untuk perkembangan dan kesejahteraan mereka," kata Menteri Pendidikan Inggris Gavin Williamson, yang juga mendapat kritik.

Sekolah ditutup pada Maret, kecuali untuk anak-anak dari pekerja esensial, dan dibuka kembali pada Juni hanya untuk sebagian kecil siswa.

Sebuah studi oleh Institute for Fiscal Studies pada Agustus menunjukkan penutupan sekolah memperlebar ketidaksetaraan pendidikan
antara siswa yang lebih miskin dan yang lebih kaya.

Kekhawatiran atas kesenjangan pendidikan diperparah pada Agustus, ketika pemerintah tunduk pada tekanan dari murid-murid yang marah, guru, dan anggota parlemen untuk membuang algoritma yang telah menurunkan hasil tingkat A untuk hampir 40% dari lulusan sekolah, dengan mereka yang berada di daerah tertinggal lebih terpengaruh.

"Partai Buruh mengharapkan anak-anak untuk kembali ke sekolah. Setiap hari ketika sekolah ditutup pembelajaran menjadi hilang. Situasi ini diperburuk oleh kegagalan ujian dan pendekatan kacau pemerintah terhadap pendidikan," kata pemimpin Partai Buruh oposisi Keir Starmer.

"Kami tidak bisa terus mengulangi kesalahan yang sama. Masa depan anak muda tidak bisa ditahan oleh ketidakmampuan (partai) Konservatif," pungkasnya. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT