01 September 2020, 11:50 WIB

Jubir Pemerintah Jepang Menangi Dukungan LDP untuk Gantikan Abe


Faustinus Nua | Internasional

Juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, telah memenangi dukungan dari faksi terbesar partai yang berkuasa untuk menjadi pemimpin berikutnya, lapor NHK pada Selasa (1/9).

Suga ialah Sekretaris Kabinet Jepang Perdana Menteri Shinzo Abe. Dia diharapkan tetap mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh Abe. Hal itu, termasuk strategi 'Abenomics' yang bertujuan untuk menghidupkan kembali ekonomi dan menjaganya tetap bertahan di tengah pandemi covid-19.

Suga belum secara terbuka mengumumkan pencalonannya sebagai pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP). Akan tetapi, dia telah mengindikasikan secara pribadi bahwa dia bermaksud mencalonkan diri, kata sebuah sumber.

Baca juga: Eks Menteri Pertahanan Jepang Terpopuler Gantikan Abe

Media melaporkan dia akan secara resmi mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri pada Rabu. Pemimpin partai hampir pasti akan menjadi perdana menteri karena mayoritasnya ada di majelis rendah parlemen. Pemimpin baru akan menggantikan Abe, yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Dalam pertemuan pada Selasa untuk memutuskan format pemilihan, para eksekutif LDP menyetujui pemungutan suara yang disederhanakan, oleh anggota parlemen partai dari kedua kamar parlemen dan kepala daerah, kata Sekretaris Jenderal partai Toshihiro Nikai. Proposal untuk mengecualikan suara menguntungkan Suga, yang sekarang dilaporkan mendapatkan dukungan dari faksi terbesar partai.

"Kami harus memilih pemimpin baru secepat mungkin untuk menghindari terciptanya kekosongan politik," kata Nikai.

"Tidak ada keberatan dengan pandangan saya pada pertemuan itu," lanjutnya.

Shigeru Ishiba, pesaing utama Suga mengungkapkan pandangannya yang menentang pemungutan suara terbatas.

"Saya pikir baik untuk demokrasi dan untuk partai, ini adalah sesuatu yang tidak seharusnya," kata mantan menteri pertahanan itu.

Ishiba adalah kandidat pengganti Abe yang paling populer di kalangan pemilih, tetapi tidak memiliki dukungan kuat dalam hierarki partai. Pesaing lainnya adalah Fumio Kishida, mantan menteri luar negeri. (CNA/OL-14)

 

BERITA TERKAIT