01 September 2020, 09:50 WIB

Pernyataan Hasto Soal Pilkada Surabaya Ibarat Memercik Muka PDIP


mediaindonesia.com | Nusantara

SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyebut lawan politiknya di Pilkada Surabaya, Jawa Timur didanai pengusaha-pengusaha yang ingin menguasai Surabaya. Dalam perkataannya, Hasto menggunakan istilah pengusaha hitam.

Menanggapi hal itu, pengamat politik Pangi Syarwi mengingatkan Hasto agar jangan sampai perkataannya menapuk air di dulang. Sebab, Pangi mengingatkan semua parpol sama saja dalam soal pendanaan politik, tak terkecuali PDI Perjuangan.

“Hampir semua partai mengalami persoalan klasik yang sama (pendanaan), jangan sampai menampuk air di dulang, memercik muka sendiri,” ujar Pangi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/9)

“Saya pikir semua partai lagunya sama, butuh bandar/sponsor dari cukong untuk maju memenangkan pilkada. Karena pembiayaan pilkada kita itu tinggi,” imbuh Pangi.

Lebih lanjut, Pangi mengatakan realitas politik di Indonesia memang mamaksa calon kepala daerah harus mau mengeluarkan uang. Menurut Pangi seorang calon kepala daerah tak cukup hanya bermodal janji dan gagasan politik saja.

Baca Juga: PDIP Dinilai Gagap Hadapi Koalisi di Pilkada Surabaya

“Untuk rakyat memilih, butuh uang dan sembako. Kalau kita hanya jual gagasan dan ide, dibilang calon kepala daerah sinting, bahkan ditertawakan menjadi bahan ejekan dan lelucon politik. Itulah keadaan sekarang dan realitas politik," kata Pangi.

Pangi menjelaskan jika pendanaan politik yang dari pemodal bisa saja dihentikan dari perpolitikan di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan negara memberikan dana untuk politisi dan melarang pembiayaan dari para cukong.

“Bisa diputus mata rantai soal bantuan cukong dan donatur politik dibatasi untuk pembiayaan pilkada. harus ada bantuan dari pemerintah atau negara sehingga memutus mata rantai cukong yang membiayai kepala daerah,” pungkas Pangi. (OL-13)

BERITA TERKAIT