01 September 2020, 09:30 WIB

Macron Serukan Segera Bentuk Pemerintahan Baru Libanon


Faustinus Nua | Internasional

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron, Senin (31/8), menyerukan pembentukan cepat pemerintahan untuk memimpin Libanon yang dilanda krisis, menyusul penunjukan perdana menteri baru.

Berbicara saat tiba di bandara Beirut, Macron mengatakan formasi baru harus disepakati secepat mungkin untuk menyelamatkan negara, setelah ledakan pelabuhan yang mematikan pada 4 Agustus, keruntuhan ekonomi, dan pandemi covid-19.

Macron tiba di Beirut, beberapa jam setelah para pemimpin Libanon menunjuk diplomat Mustapha Adib sebagai perdana menteri baru, Senin (31/8), di bawah tekanan Prancis dan akan mendesak reformasi yang bertujuan menyeret negara Timur Tengah keluar dari jurang keuangan.

Baca juga: Mustapha Adib Bakal Ditunjuk Sebagai PM Libanon

Dengan ekonomi yang hancur akibat krisis keuangan, ledakan di pelabuhan Beirut, dan ketegangan sektarian meningkat, Libanon menghadapi ancaman terbesar bagi stabilitasnya sejak perang saudara 1975-90.

Macron ditemui di bandara oleh Presiden Michel Aoun dalam kunjungan kedua pemimpin Prancis dalam waktu kurang dari sebulan.

"Jadi Presiden, ini hari yang sibuk, bukan," kata Macron pada Aoun.

Dia juga berbicara kepada orang-orang Libanon dalam cicitan berbahasa Arab, mengatakan dia telah kembali seperti yang dijanjikan. Hal itu sebagai bentuk Prancis dengan negara bekas koloninya dan membantu memilihkan Libanon.

"(Untuk) bekerja sama untuk menciptakan kondisi yang diperlukan untuk rekonstruksi dan stabilitas," tulisnya.

Macron akan mendorong politisi Libanon untuk memberlakukan reformasi dalam mengatasi korupsi dan pemborosan sebelum mereka akan memberikan dukungan keuangan.

Pejabat senior Libanon mengatakan mediasi Macron sangat penting dalam mengamankan kesepakatan tentang perdana menteri baru dalam 48 jam sebelum konsensus muncul tentang Adib, mantan duta besar untuk Jerman. (France24/OL-1)

BERITA TERKAIT