01 September 2020, 04:45 WIB

Negara Menanti Partisipasi Nyata Kampus


Che/Bay/H-2) | Humaniora

KONTRIBUSI dan partisipasi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan sangat dinanti. Pasalnya, sumber daya manusia yang unggul merupakan
modal dasar sebuah bangsa untuk bisa memiliki daya saing dan unggul secara kompetitif serta komparatif.

“Pendidikan dan pengetahuan bisa membuat bangsa kita mandiri dan tidak tergantung kepada negara lain,” ucap Wakil Presiden Ma’ruf Amin
saat memberikan sambutan di acara Pengenalan Kampus (PK) Mahasiswa Baru Unika Atma Jaya Tahun Akademik 2020/2021 secara daring, kemarin.

Wapres mengatakan visi Indonesia ke depan ialah Indonesia Maju. Bukan hanya unggul dalam ilmu dan pengetahuan, SDM Indonesia ke depan haruslah berakhlak
mulia dan memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi.

Merujuk data BPS pada Februari 2020, dari 137,90 juta penduduk usia 15 tahun yang bekerja, hanya sekitar 14,22 juta orang atau hanya 10,3% yang
merupakan lulusan perguruan tinggi. Dari jumlah yang sedikit ini, Wapres berharap para mahasiswa bisa menjadi agen perubahan dan role model di
lingkungan mereka.

Seusai pelantikannya sebagai Rektor Universitas Tarumanagara (Untar) periode 2020-2024, Prof Dr Ir Agustinus Purna Irawan menegaskan komitmennya untuk terus
mendorong sivitas akademik Untar dalam menghasilkan karya-karya akademis terbaiknya.

“Yang dapat langsung membawa manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Agustinus yang terpilih kedua kalinya sebagai rektor, kemarin.

Ke depan, Untar akan berfokus melaksakan program internasionalisasi dengan membangun kolaborasi, pertukaran dosen dan mahasiswa, double degree, kelas internasional,
dan memperbanyak jumlah mahasiswa asing.

“Untar memiliki potensi besar dapat menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di Tanah Air dengan mengacu kurikulum internasional, tetap mengembangkan potensi,
kearifan lokal, serta karakter budi luhur berlandaskan Pancasila,” kata Rektor Terbaik PTS Nasional 2019 itu.

Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Yohanes Bayu Samodro mengingatkan Prof Agustinus bahwa pendidikan haruslah mengandung nilai keadilan, keberpihakan pada
yang lemah, dan penuh penghormatan terhadap perbedaan.

Pendidikan juga dilandasi jiwa Pancasila dan kesetiaan menjalankan konstitusi UUD 1945, serta menjaga keutuhan NKRI yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. (Che/Bay/H-2)

BERITA TERKAIT