01 September 2020, 03:30 WIB

Kasus Covid-19 di AS Mendekati 6 Juta


(AFP/Van/X-11) | Internasional

Kasus covid-19 di Amerika Serikat, kemarin, telah mendekati 6 juta kasus setelah banyak negara bagian di wilayah barat tengah melaporkan peningkatan infeksi.

Iowa, North Dakota, South Dakota, dan Minnesota melaporkan rekor lonjakan kasus baru harian yang signifikan. Montana dan Idaho juga melaporkan rekor jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

Banyak kasus baru di Iowa terjadi di daerah yang menjadi lokasi Universitas Iowa dan Universitas Negeri Iowa, yang mengadakan beberapa kelas tatap muka.

Perguruan tinggi dan universitas di seluruh AS telah mencatat lonjakan kasus setelah mahasiswa kembali ke kampus sehingga diimbau untuk kembali beralih ke pembelajaran daring.

Kasus juga meningkat setelah berlangsungnya reli sepeda motor tahunan di Sturgis, Dakota Selatan, yang menarik lebih dari 365 ribu pengunjung pada 7 hingga 16 Agustus lalu. Departemen kesehatan di wilayah Dakota Selatan mengatakan 88 kasus telah dilacak pada kegiatan tersebut.

AS mencatat jumlah infeksi terbanyak di dunia, dengan menempati urutan kesepuluh berdasarkan kasus per kapita, yakni Brasil, Peru dan Cile memiliki tingkat infeksi yang lebih tinggi. AS juga memiliki kasus kematian terbanyak di dunia dengan lebih dari 182 ribu orang meninggal dan menempati urutan ke-11 untuk kematian per kapita, di bawah Swedia, Brasil, Italia, Cile, Spanyol, Inggris, Belgia, dan Peru.

Gagasan vaksin

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, Stephen Hahn, mengangkat mungkin diberikannya persetujuan darurat untuk penggunaan vaksin virus korona di AS sebelum uji coba tahap akhir selesai.

Saat ini ada tiga pembuat obat di Barat yang tengah menjalani uji klinis fase 3. Tahap tersebut harus melibatkan puluhan ribu peserta.

Ketiganya ialah Astrazeneca, yang bermitra dengan Universitas Oxford di Inggris, lalu Moderna yang bekerja sama dengan Institut Kesehatan Nasional AS dan aliansi Pfizer/Biontech.

Sementara itu, Tiongkok dan Rusia telah menyetujui vaksin tanpa menunggu kesimpulan dari uji coba tahap akhir. Hal itu menuai kritik dari pejabat kesehatan dan masyarakat di negara lain. (AFP/Van/X-11)

BERITA TERKAIT