01 September 2020, 05:15 WIB

Disiplin Kacau, Covid-19 Merajalela


Cikwan Suwandi | Nusantara

TIM Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Karawang, Jawa Barat, kecewa terhadap pengelola Rumah Sakit Lira Medika di Kecamatan Karawang Timur yang dinilai tidak mendukung upaya pemerintah memerangi covid-19.

Kekecewaan tersebut diungkapkan Ketua Harian Tim GTPP Covid-19 Acep Jamhuri, kemarin. “Pihak rumah sakit menerima pelayanan swab test, tetapi pasien yang diketahui positif tidak ditangani. Pasien itu malah dilimpahkan ke puskesmas,” tandasnya.

Acep lebih kecewa lagi karena pihak rumah sakit tidak menerapkan protokol kesehatan saat salah satu pasien positif covid-19 meninggal dunia di rumah sakit itu.

Akhirnya, pasien itu dikebumikan dengan cara biasa oleh pihak keluarga tanpa menggunakan protokol kesehatan. “Akibatnya beberapa anggota keluarga pasien yang kening­gal itu ikut terpapar virus korona,” katanya.

Sejumlah elemen gugus tugas telah menyarankan agar izin operasional RS Lira Medika dibekukan sementara. Pemerintah, lanjut Acep, sedang bekerja keras memerangi covid-19, jangan sampai usaha pemerintah sia-sia akibat ulah segelintir oknum rumah sakit yang kurang peduli.

Padahal, patriotisme tim medis saat ini sedang dipuja-puji masyarakat karena tidak kenal lelah berjuang membantu para korban covid-19 sekalipun membahayakan jiwa mereka.

Setidaknya 100 dokter dinyatakan telah meninggal dunia. Saat ini sebanyak 200 pekerja medis di Aceh positif terinfeksi covid-19. Mereka ialah petugas kesehatan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh serta beberapa RS kabupaten/kota lainnya.

Sebagian besar tenaga medis yang positif tidak ada gejala sakit. Ketua Ikatan Dokter Indonesia Aceh Safrizal menyebut ada dua penyebab pe­nularan virus korona di rumah sakit. Dari pasien tertular kepada tenaga medis atau sebaliknya dari tenaga medis ke pasien.

Karena itu, tenaga medis, seperti perawat, dokter, dan lainnya perlu menjaga protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah sakit. “Kadang tidak terkena saat bertugas di rumah sakit karena terlindungi APD, tapi bisa saja tertular ketika di tempat keramaian atau lokasi lainya,” paparnya.

Sementara itu, RSUD Tais Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, terpaksa ditutup sejak Minggu (30/8) setelah lima tenaga medis positif covid-19.  Direktur RSUD Tais Wiwin Herwini menyatakan kelima tenaga medis menjalani karantina di ruang isolasi RSUD tanpa ada keluhan.

Diperpanjang

Gubernur DIY Sri Sultan HB X me­mutuskan kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana co­vid-19 di wilayahnya terhitung 1 September 2020 hingga 14 hari ke depan. Saat ini tercatat kasus positif covid-19 di DIY sebanyak 1.425 dengan 39 orang meninggal dunia.

Provinsi Riau juga mengalami eskalasi peningkatan kasus cukup tinggi. Sepanjang Agustus terpapar 1.200 orang. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Riau Indra Yovi menuding kedisiplinan yang kacau sebagai penyebab.

Kabupaten Tuban, Jatim, juga mengalami peningkatan kasus cukup tinggi, yakni 26 kasus pada Minggu (30/8). Juru bicara Gugus Tugas Per­cepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban Endah Nurul Komariyati meminta masyarakat serius mematuhi protokol kesehatan. (MR/MY/AT/RK/YK/DW/UL/DG/MY/N-1)

BERITA TERKAIT